Siang ini saya yang baru pulang ke Jakarta mengunjungi pameran inovasi kreatif di Jakarta Convention Center (JCC). Saya kira bakal menemukan ide-ide terbaik bangsa dalam kondisi yang menarik dan menginspirasi. Pokoknya yang bisa bikin kita percaya sama kemampuan enterprenur kreatif dalam negri.
Hasilnya? Kecewa!
Filed under: kehidupan | 2 Comments
HTML vs WordPress dkk
Ini udah lama jadi pembicaraan antara para designer dan developer. Kalau lagi buat website untuk klien, enaknya langsung dicolok CMS (ala WordPress atau salah satu teman-temannya) atau tawarin mentah sebagai HTML/CSS.
Pilihan kita:
- HTML mentah berarti hanya menawarkan design dan tempat mengisi teksnya. Biasanya si designer akan langsung meminta teks dari klien saat website dibuat, diisi ke dalam file HTML, dan selamanya nggak berubah lagi.
- CMS memungkinkan si pengguna mengisi kontennya sendiri. CMS ada macam-acam, antara lain WordPress (yang lebih tertuju pada blogging) atau sistem serupa seperti MediaWiki untuk wiki.
Yang jelas, trend “Web 2.0″ mendorong developer sekarang untuk buat website yang fleksibel; dengan kata lain, memanfaatkan CMS. Jaman sekarang, jarang ada website yang berbentuk baku dan nggak memanfaatkan suatu sistem agar si klien dapat memegang kendali pribadi atas websitenya. Lagipula, kenapa tidak?
Dalam suatu website, si klien wajib merasa memiliki websitenya. Jangan sampai ia merasa website perusahaannya bukan tanggung jawab pribadinya dan dilimpahkan begitu saja pada si developer (yang biasanya juga menelantarkannya). Walhasil semuanya cuek ama si website dan iapun tenggelam dalam kebinasaan. Hayoloh.
Jadi kenapa developer masih ada yang memilih menawarkan website yang dipaksa pure HTML/CSS tanpa CMS? Jika kita cari-cari sejenak di google tentang jasa pembuatan website dalam negeri, banyak yang tidak hanya membatasi fitur yang harusnya selalu ada (kontak, dst), mereka bahkan membatasi jumlah halaman, jumlah produk, atau jumlah teks. Alasannya?
Duit.
Dunia web development dalam negeri sekarang dimonopoli oleh satu hal yang disebut duit itu. Uang, uang dan uang. Ini bisa kita sambungkan ke pertanyaan kenapa Telkom Speedy menawarkan paket internet berbeda dengan batasan bandwidth? Teknisnya, Telkom sendiri tidak begitu kerugian bila kita memakai bandwidth dalam jumlah besar (asal nggak kelewatan). Alasannya, ya, uang.
Saya suka menyebut perusahaan layanan di Indonesia sebagai “pelit”. Bukan karena harganya yang keji (walaupun sebagian memang begitu) tapi karena hal yang harusnya tidak mahal dibuat mahal. Nambah halaman/data sebuah website itu harusnya gratis, kecuali keterbatasan ukuran (itupun harusnya nggak pelit-pelit banget). Nambah foto, sistem halaman yang fleksibel, jumlah produk, fitur search, formulir kontak; itu semua harusnya gratis dan nggak dibatas-batasi.
Pakailah CMS. Developer, berhenti memaksa batasan aneh-aneh pada klien anda dan didiklah klien anda agar mengerti tentang keterbatasan suatu website. Kalau bisa, tentukan seseorang yang memiliki tugas khusus mengurus isi website itu dan didiklah orang itu.
Tentunya ini asumsi bahwa semua developer bisa menulis untuk dunia web…
Artikel selanjutnya tentang menulis untuk web.
Filed under: kehidupan | 5 Comments
Tags: content management system, webdev
Hiduppp!!!
Jadi setelah sekian lama hilang – untuk “belajar” – saya kini kembali ke dunia blogging raya. Telah habis kesabaran saya dalam sistem pendidikan kita, jadi sekarang saya mulai menjurus langsung ke arah pekerjaan. Semoga tulisan berikut saya bisa lebih organik dan to-the-point dalam bidang yang saya tekuni (web development, yay!)
Sekarang tepatnya saya lagi terjebak di jakarta. Nggak ada kerjaan lain jadi mendingan saya menulis saja, iya nggak?
Filed under: kehidupan | 5 Comments
Katanya sekarang kalau nggak ikut memilih, hukumnya berat. Tapi kalau cuma diancam, ya nanti palingan asal pilih saja. Karena saya nggak yakin kalau saya peduli dengan hasil suatu pemilu.
Janji-janji bodoh diungkapkan di pemilu.
BBM Turun?
Jangan! Buatlah BBM mahal. Manusia selama dua ratus tahun terakhir dimanjakan dengan minyak murah. Kita nggak punya waktu banyak lagi. Semakin manja Indonesia pada minyak (yang sendirinya sebagai produsen minyak tapi nggak bisa mengendalikannya), semakin cepat kita akan roboh ketika BBM melangka. Toh ada alternatif. Banyak pula alternatifnya. Dan masing-masing lebih logis daripada sebelumnya. Ethanol? Surya? Hidrogen? Sepantasnya kita investasi dalam alternatif sebelum kita terjebak sendiri.
Maka saya tidak memilih kanidat yang mengumbar janji akan menurunkan harga BBM.
Angkutan Umum Lebih Murah?
Lagi-lagi pikiran jangka pendek. Masalah dengan angkutan umum kita bukan harga, melainkan kualitas. Apa politikus-politikus itu nggak melihat di negara lain, bahwa memang public transport itu tujuannya bukan semurah-murahnya, melainkan yang bisa diandalkan, nyaman, aman, dan teratur. Saya rasa keempat faktor itu gagal dicapai oleh angkutan umum di Indonesia saat ini. Biarlah harga angkutan mahal, atau kalau perlu buatlah lebih mahal, dan perbaiki sistem yang kacau, misalnya angkot. Lebih parah lagi, masyarakat yang dimanjakan oleh angkutan murah dan tidak memiliki aturan menyebabkan budaya ini terbawa sehingga tidak peduli dengan aturan – tampak pada orang Indonesia di negeri lain.
Kalau saya presiden, saya akan memberhentikan seluruh jenis angkutan seperti angkot dan bis yang kacau, lalu menggantinya dengan sistem yang terjadwal dan bisa diandalkan. Transjakarta adalah contoh yang baik.
Harga Sembako Turun?
Bah. Ada-ada saja. Janji “sembako turun” ini hanya pada harga pemerintah. Lagi lagi hanya harga, bukan sistemnya sendiri. Apa arti harga kalau di mana-mana persawahan rusak dan dicuekin, hutan dibabat illegal, industri kayu profesional melemah, dan pengalihan fungsi hutan terjadi di mana-mana? Masyarakat miskin, dan itu bukan berarti
harga perlu diturunkan, tapi berarti kemiskinan yang perlu dihapuskan! Kita punya potensi. Oh, tentu ada, banyak yang menyadarinya. Lalu kenapa hanya menjanjikan harga sembako turun, tapi kemiskinan itu sendiri tidak diperbaiki? Perbaiki persawahan! Perkuat industri lokal, dan perbaiki birokrasi sehingga perusahaan-perusahaan yang baik dapat menangani hutan kita. Bawa masuk ahli untuk menangani kondisi pangan. Bantu petani. Jangan menurunkan harga bagi mereka yang miskin, tapi angkatlah mereka sehingga harga sekarang tidak menjadi masalah lagi.
Harga hanya illusi dan angka.
Pendidikan Murah?
Sudah terlihat bahwa di suatu SD yang gratis, murid justru sengaja tidak masuk atau tidak naik kelas. Kan gratis. Lebih parah lagi, orangtuanya mendukung, atas pemikiran yang sama. Terlihat jelas sekali bahwa masalahnya bukan harga, tapi pemahaman orang Indonesia bahwa pendidikan itu penting. Apa arti harga yang rendah kalau mereka nggak niat bersekolah? Biarlah, saya juga dapat sebagian besar ilmu dari TV international, internet, dan buku. Dan saya rasa saya nggak sendiri. Jadi mudahkan sambungan TV international, permurah Internet, dan sediakan perpustakaan umum. Begitu banyak potensi, tapi yang dimurahkan di pihak yang salah. Huh.
Murah membuat seseorang dipilih jadi presiden, tapi tidak berarti bagi Indonesia.
Karena Politikus Itu Fast Food. Enak, Menarik, tapi…
Ya. Mereka mencari jalan cepat dan mudah, menyuguhkan pilihan “gampang”. Memang teknik yang sesuai. Anak kecil minta permen? Kasih permen. Buat apa susah-susah menjelaskan tentang kesehatan gigi, kalau bisa langsung kasih dan dia diam. Begitu pula di sini. Politikus memberi kita tawaran menggiurkan, yang seakan-akan instan memudahkan hidup kita, padahal sebenarnya ia tidak memperbaiki apa-apa. Hanya harga, uang, dan hal-hal berat yang sebenarnya bukan masalah itu sendiri yang ditangani. Kita mau Indonesia maju, bukan hidup jadi serba enak! Tentu akan ada pengorbanan – investasi, kerja keras, sedikit memaksa kita mengubah gaya hidup – tapi kita akan maju!
Filed under: kehidupan | 11 Comments
Kok Ilang?
Tampaknya saya lenyap 3 bulan – agak lama juga. Maafkan saya. 3 bulan ini isinya hiruk pikuk kuliah pertama kali, yang tentunya diwarnai oleh berbagai macam kehancuran dan kekacauan…
On the bright side, I now have internet access at home!! Karena itu, diharapkan post akan mulai mengalir lancar lagi. Tanpa basa basi, pemirsa, kita mulai lagi~
Filed under: kehidupan | 8 Comments
Diterbitkan setiap hari Rabu. Arc pertama di rangkaian artikel Perancangan Website.
Ep. 1: WYSIWYG
Selamat datang di seri “7 Kesalahan Terbesar Seorang Perancang Website” oleh saya, Steax. Kita akan memulai perjalanan kita mencaci maki para perancang lainnya dengan menyalahkan program-program kesayangan banyak perancang: program yang biasa disebut “WYSIWYG”.
Whisiwig – panggilang, err, akrab, untuk tipe program ini, merupakan salah satu hambatan terbesar dalam menuju dunia internet yang optimal. Kepanjangannya adalah What You See Is What You Get – apa yang anda lihat, itu yang akan dibuat. Jaman dahulu kala, yang paling bertanggung jawab atas hal ini adalah sebuah buronan yang disebut Frontpage, dari si gendut Microsoft, yang sampai sekarang pun masih diajarkan secara luas (seberapapun menyedihkan itu). Tak lama kemudian, datang raksasa baru yang disebut Macromedia dengan program Dreamweaver. Anda kenal, kan? Mungkin sampai sekarang anda masih ada yang mengunakan Dreamweaver. Tidak heran; Dreamweaver ribuan kali lebih efisien daripada Frontpage.
Masalahnya, tampilan dasar dari Dreamweaver, yang menampilkan halaman yang sedang anda rancang secara visual dan mencontohkan layout dan tipografi anda secara langsung, merupakan contoh WYSIWYG. Jika anda masih belum menangkap maksudnya: WYSIWYG adalah gaya perancangan yang bersifat visual, seperti layaknya anda menulis dokumen di Word. Padahal, website seharusnya dibuat dengan HTML, yang murni bersifat teks.
Begini. Dulu, waktu internet baru diciptakan, tidak ada yang mengira bahwa kita akan mengembangkannya sampai seperti sekarang. Semua orang mengira kalau internet akan tetap lambat, dan halaman-halaman yang kita lihat perlu sebesar-besarnya berisi teks untuk dibaca. Sekarang tentunya sudah berubah, dan perancang menginginkan desain yang lebih kompleks dan menarik. Hal ini masih bisa dilakukan dalam HTML, tapi karena perancang malas mencari-cari teknik dan metode yang berputar-putar, diciptakanlah WYSIWYG. Anda berkata, “bagus dong. Masalahnya apa?”
WYSIWYG itu berlebih dan memaksa! Mereka itu robot yang menerima perintah majikannya dan memaksakan melaksanakannya – seberapa mahal atau berat hasilnya. Tentunya si perancang tak pernah menyadari seberapa bagus (atau buruk!) pekerjaan si robot sampai terjadi sesuatu yang menakutkan. Sebagai robot, mereka tidak bisa improvisasi atau berkembang seperti kita. Mereka juga memiliki keterbatasan dalam kemampuan mengerti perintah yang diberikan.
Beberapa Kesalahan Terbesar WYSIWYG
Salah satu hal yang sering disebut adalah tidak efisiennya layout yang dibuat dalam WYSIWYG. Sebagian besar dari mereka akan menggunakan “tabel” untuk membuat layout. Tabel secara HTML. Ini disebabkan karena tabel lebih fleksibel di hasil akhir. Tapi jika anda melihat HTML di balik layarnya – hancur! Banyak sampah-sampah berserakan dan tidak teratur. Program tidak dapat berpikir logis layaknya manusia, dan pekerjaannya pun “asal jadi” saja. Ketika anda mengubah desain anda sedikit, maka kadang-kadang program akan menyisakan tag-tag HTML kosong atau bekas-bekas lainnya yang tidak diperlukan. Sangat tidak efektif, apalagi bila dibandingkan dengan hasil yang dapat dibuat seorang perancang manusia dengan bantuan CSS. (Kebetulan, CSS mudah dipahami manusia yang mengerti cara kerjanya dari HTML. Tapi bagi si robot yang harus berkerja dari perintah visual – bingung dia.) Saya akan membahas lebih banyak tentang sia-sianya <table> di episode berikutnya.
Ngomong-ngomong soal CSS, WYSIWYG juga sering bersalah dalam membuat sampah ketika berusaha memberi pengertian visual pada teks. Misalnya mau membuat teks yang tebal; WYSIWYG tidak mengerti apa yang mau anda lakukan, jadi dia dengan mudah menambah tag-tag baru dan memaksakan agar teks itu dicetak tebal. Dalam proses ini pun banyak hal-hal ditambah-tambah dan berserakan. CSS dan seorang perancang yang kompeten dapat dengan jauh lebih sederhana memberi tag dan CSS yang sesuai. Hal ini disebut HTML yang semantis - saya akan sering menyebutkannya dalam seri ini.
Dreamweaver tidak sepenuhnya bersalah. Mereka memiliki code view yang memberikan tampilan HTML yang baik, tidak seperti design view yang sebenarnya sekedar WYSIWYG yang keji. Dreamweaver cukup baik dalam code view tersebut; jauh-jauhlah dari design view! Frontpage sudah saatnya dibuang. Jika anda melihat banyak software untuk perancangan web modern, maka anda akan menyadari bahwa sebagian besar merupakan editor HTML, CSS, dan pendampingnya. WYSIWYG akan segera mati – akhirnya. Di Indonesia, banyak perancang yang belum siap untuk berpindah. Saya akan katakan ini sekarang: jauh-jauh dari WYSIWYG. Adopsi HTML!
Masalah Lainnya
Ada beberapa hal yang seharusnya diperhatikan oleh perancang namun dilewatkan oleh program WYSIWYG. Salah satunya adalah menyesuaikan untuk beragam browser dan alat baca website. Seringkali, rancangan indah yang telah dibuat program hanya bisa bekerja dengan benar pada kondisi tertentu. Jika ada fitur di browser yang dimatikan atau disalahgunakan, maka desain pun pecah. Kadang-kadang bahkan desain itu hanya bekerja dengan benar di satu browser, dan rusak di browser lainnya. Jika pengguna mematikan tampilan gambar, misalnya, maka yang akan ditunjukkan adalah “alt text”, yang dipasang dengan atribut “alt” di tag <img>. Ada kebiasaan di pengguna WYSIWYG untuk munafik dan lupa untuk beradaptasi, sehingga terlalu percaya pada programnya dan lupa menguji desainnya seperti seharusnya.
Kadang-kadang si program akan cukup berbaik hati untuk menyediakan fitur-fitur untuk menyelesaikan masalah ini, namun karena gaya WYSIWYG lebih berfokus pada penampilan dan pengguna pun tidak memperhatikan hal-hal tersebut, fitur ini terbengkalai. Dreamweaver, misalnya, memiliki fitur untuk memberi teks alternatif pada gambar, tapi ini jarang digunakan.
Hal lainnya adalah hilangnya kendali tingkat kecil. Ada fungsi-fungsi tingkat lanjut untuk integrasi dengan aplikasi lainnya (misalnya PHP atau Javascript) yang interaksinya langsung pada HTML. Penggunaan program WYSIWYG seringkali akan menutup-nutupi apa yang terjadi di HTML sehingga sulit mengintegrasi seperti ini. Biasanya, ketika anda mulai berkutat dengan bahasa server-side (ASP, PHP, dkk) atau Javascript, WYSIWYG akan menjadi keterbatasan besar bagi anda.
Terkahir, tapi mungkin terparah, adalah WYSIWYG membodohi penggunanya. Program akan melakukan semua kerja keras, dan pengguna tidak pernah merasakan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka sering dengan senang hati menambah ribuan gambar ke satu halaman, atau memberi animasi gila-gilaan, sekedar karena si program membuatnya gampang. Untuk menjadi perancang profesional, ini menjadi masalah besar. Percayalah, WYSIWYG memiliki keterbatasan, dan anda akan menemukan suatu titik di mana program itu lebih menghambat daripada membantu.
Jadi Seharusnya?
HTML dan CSS merupakan bahasa yang sederhana dan diterima secara global. Sebagian besar perancang professional menggunakan HTML dan CSS dalam prosesnya. WYSIWYG telah ditinggalkan dalam kebanyakan tim desain (karena berbagai alasan), Namur terkadang masih ditemui dalam pendidikan formal.
Untuk editor, saya menyarankan Notepad++, yang berfungsi sebagai editor teks sehingga dapat bekerja sebagai editor HTML maupun CSS dengan fitur-fitur seperti syntax highlighting, yang dapat membantu anda menghindari kesalahan kecil seperti lupa menutup tag atau salah ketik.
Saya pribadi belajar dari website bernama HTML Dog, yang mungkin anda temukan berguna untuk membangun dasar-dasar HTML dan CSS. Kemudian, berkelilinglah ke website yang berisi artikel seperti A List Apart, yang dapat membantu anda beradaptasi dari WYSIWYG ke tulisan tangan, jika diperlukan.
Catatan Terakhir
Penggunaan WYSIWYG merupakan hal yang hampir telah ditinggalkan seluruhnya secara international. Saya tetap mencantumkan post ini, karena di Indonesia (terutama di pendidikan formal) penggunaan WYSIWYG merupakan hal yang masih umum. Jangan terbawa ya.
Glossary
- HTML: Hypertext Markup Language. Bahasa dasar untuk menulis kode halaman website.
- HTML Semantis: Gaya penulisan HTML yang memisahkan konten dengan penampilan. Akan dijelaskan lebih lanjut di episode selanjutnya.
- CSS: Cascading Style Sheet. Bahasa yang ditujukan untuk mengatur penampilan halaman.
Terkait
Filed under: kehidupan | 14 Comments
Penyebab Labschool Kebakaran
Berikut adalah analisa dari penyebab kebakaran di SMA Labschool Jakarta, dan seluk beluk produk yang menjadi asal muasal ledakan.
Disclaimer: Saya akan berusaha memberikan pandangan yang senetral mugngkin, tapi tentunya tidak akan bisa netral sempurna karena kekecewaan saya terhadap kejadian ini.
Produk: “Explo Protect” / “Xplo Protect”
Produsen: K-Link
Harga: Rp. 1.176,000
Fungsi: “Melindungi Mobil Dari Meledak”
Meragukan: Sekali
Kepada pembaca: Saya minta agar diingat bahwa artikel ini merupakan sekedar pemikiran kritis mengenai kejadian kebakaran di Labschool. Ia didasari konsep fisika yang sudah pasti, fakta dari sejarah yang ada, dan pemikiran logis belaka. Saya tidak bermaksud menuduh atau memfitnah, melainkan mengungkapkan claim dari produsen produk ini dan menganalisanya dengan cara yang kritis. Bacalah sebelum menyalahkan saya. Mari buat bangsa Indonesia menjadi sebuah bangsa pemikir.
Filed under: kehidupan | 92 Comments
Bagi teman-teman dan saudara-saudara yang ingin memberi bantuan dana langsung kepada labschool, berikut adalah informasi rekeningnya:
Bank Mandiri cabang Pegambiran Rawamangun
an. : BPS Labschool YP-UNJ
No rek: 006 – 000 597 3684
Update Tanggal 31 Juli pukul 21.00: Tentang produk yang menyebabkan kebakaran
Hari ini, tanggal 30 Juli 2008, SMA/SMP Labschool dan SD di belakangnya mengalami kebakaran hebat. Lantai 3 dari banyak gedung mengalami kerusakan 80-90%, dengan hampir lenyapnya seluruh struktur.
Untung sekali bahwa tanggal ini adalah tanggal merah dan murid tidak masuk sekolah, meskipun sorenya banyak murid yang datang untuk mempertanyakan tempat pengungsian mereka untuk sekolah selanjutnya. Sejauh ini belum diketahui mengenai korban, tapi cukup diyakini bahwa tidak ada korban manusia sama sekali.
Filed under: kehidupan | 190 Comments
Persiapan Beta 1!!
Lebih cepat dari yang saya duga, jadi saya akan lebih to-the-point.
Sebuah Pusat Komunitas Baru.
Nusakarta adakah komunitas yang berbasis komunitas itu sendiri, bukan websitenya. Hal ini membedakan nusakarta dari beragam “komunitas” lain yang menitikberatkan interaksi dengan dirinya. Nusakarta sendiri akan berfungsi seperti halnya sebuah direktori, sekedar sebuah “pusat” untuk keperluan browsing kita.
Dan ya, ekslusif Indonesia.
Web App yang *Berarti*
Sejujurnya saya agak kecewa dengan berbagai website komunitas Indonesia lainnya, yang 99% forum (dan 1% daftar download-an). Nusakarta berfungsi lain, yaitu untuk mengarahkan penggunanya ke solusi, bukan obrolan. (Tentunya ada forum buat obrolan juga, tapi itu bukan fungsi utama.) Karena itu di dalam rangka Nusakarta, diberikan beragam aplikasi web yang memiliki fungsi terpisah.
Sebuah Direktori Berbasis Komunitas
Ini salah satu tujuan dasar saya. Membangun direktori (daftar website secara sistematis) yang berfungsi untuk mencari website-website Indonesia. Saat ini kita bergantung pada google atau yahoo untuk fungsi ini. Dan dari direktori ini juga akan dibangun search engine (yang sederhana). Tidak seperti direktori lainnya yang berbasis jumlah hit atau apalah, direktori ini didasari fungsi komuntias (rating, dsb).
Eksistensi Online
Seperti halnya “profil” di website viral networking ala Friendster, MySpace dan Facebook, Nusakarta memberikan eksistensi online untuk penggunanya. Sebuah halaman pribadi akan disediakan yang mendukung networking dan membimbing pengguna dalam kegiatan onlinenya.
Sinergi dengan Layanan Lainnya
Nusakarta tidak didesain untuk berdiri sendiri; kebersamaan dengan layanan lain adalah hal yang pasti. Saat ini saya sedang mencari tahu sumber mana saja yang cukup baik dalam hal ini (misalnya yang menyediakan RSS Feed yang cocok untuk sumber berita). Yang ini masih dalam pengerjaan.
Beta 1 Mendekat
Beta 1 merupakan uji coba fungsi standar Nusakarta. Saya belum menjanjikan kapan, tapi sudah dekat. Dan yang pasti, saya berusaha menjauhkan Nusakarta dari unsur komersil atau berantakan website Indonesia lainnya.
Jika ada yang berminat membantu administrasi, silahkan tinggalkan pesan di sini. Aplikasi ini seluruhnya dibuat dari mentah dalam bahasa PHP; bila ada developer yang ingin berkolaborasi, silahkan comment atau kirim email (Steax et yaohoooo titik com). Tenkyu semua!
~ Berita baru, secepatnya.
Filed under: kehidupan | 10 Comments
OMGHAX ILANG SEBULAN
Huahahaha… Hilang sementara ya sebulan kemarin. Maap, maap… Disebabkan seruntun hal.
HAX ITB!!
Yap, mulai bulan depan akan bermigrasi ke kota kelahiran bandung untuk mengikuti kuliah di i te beh, fakultas MIPA. Di sana (nggakmautahupokoknyaharus) ada internet, jadi semoga saya bisa melanjutkan blog dari sana. Tapi sebulan kemarin saya sibuk dengan menyiapkan arsip ini itu dan memborong barang besar-besaran ke bandung… Tapi sekarang sudah setengah tuntas dan bisa cukup santai.
WATDEHEL Buku Angkatan
Saya bertanggungjawab atas sebagian buku angkatan untuk angkatan saya, Impavido di SMA Labschool Jakarta. Dengan demikian, seperti yang ditebak, saya harus mengerjakan desain (yang aneh karena saya bukan desainer
) sampai empot-empotan. Heheh. Di samping itu, latihan desain sekali-kali spertinya bagus-bagus aja, jadi mungkin ke depan saya akan melakukan beberapa hal berkaitan dengan grafis dan bukan programming…
OOOMMMGGGG Keyboard Rusak
Ho oh. Tombol shift rusak, diikuti tombol alt. Pas dikira penderitaan sudah berakhir (dengan memasang keyboard terpisah dan sekarang membawanya ke mana-mana seperti orang aneh), sekarang seringkali tanpa penyebab jelas tertekan tombol “2″ terus-terusan. Nikmat waktu meninggalkan dokumen setengah terketik buat makan siang dan kembali lagi melihat 51 halaman isinya angka 2 semua. /sob
Proyek Nusakarta Mendekati Alpha
Sebagian teman-teman mungkin mengenal proyek nusakarta. Saya sepertinya akan segera memasang lebih banyak informasi, karena websitenya mendekati penyelesaian. Sementara itu, sebuah screenshot….
(Aplikasi cikgu yang telah saya ceritakan sebelumnya merupakan sebuah bagian dari proyek ini, sebenarnya.)
Saya tidak berani memberikan tanggal deadline untuk diri sendiri, mengingat rintangah (halah) yang akan segera datang, tapi… Tidak lama lagi akan ada komunitas baru.
So, all in all…
I’m back!!
Filed under: kehidupan | 17 Comments




