<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Penyebab Labschool Kebakaran</title>
	<atom:link href="http://steax.wordpress.com/2008/08/01/penyebab-labschool-kabakaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://steax.wordpress.com/2008/08/01/penyebab-labschool-kabakaran/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 02:54:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: oeya</title>
		<link>http://steax.wordpress.com/2008/08/01/penyebab-labschool-kabakaran/#comment-1407</link>
		<dc:creator>oeya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 20:29:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://steax.wordpress.com/?p=137#comment-1407</guid>
		<description>knapa gx dicoba.... klo dicoba kan tau faktanya...masak nuggu gua yang nyoba.. gw kan takuuut...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>knapa gx dicoba&#8230;. klo dicoba kan tau faktanya&#8230;masak nuggu gua yang nyoba.. gw kan takuuut&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tikabanget™</title>
		<link>http://steax.wordpress.com/2008/08/01/penyebab-labschool-kabakaran/#comment-1313</link>
		<dc:creator>tikabanget™</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 09:32:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://steax.wordpress.com/?p=137#comment-1313</guid>
		<description>waaawww....
great analysis..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waaawww&#8230;.<br />
great analysis..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rian</title>
		<link>http://steax.wordpress.com/2008/08/01/penyebab-labschool-kabakaran/#comment-1293</link>
		<dc:creator>rian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 13:12:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://steax.wordpress.com/?p=137#comment-1293</guid>
		<description>PENJELASAN KUASA HUKUM K-LINK

Kami, Hamdan Zoelva, SH., MH dan Januardi S. Haribowo, SH, advokat pada kantor hukum Zoelva &amp; Januardi, beralamat di Jl. Kartanegara No. 68, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bertindak untuk dan atas nama klien kami, PT. K-Link Nusantara, beralamat di Jl. Prof. Dr. Saharjo No. 161, Jakarta Selatan berdasarkan Surat Kuasa Khusus No. 031/SK/ZJ/IV/2009 tanggal 7 April 2009

Sehubungan dengan pemberitaan yang marak akhir-akhir ini mengenai penyebab kematian Ngatini alias Maulida, Maulida Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan, Sumatera Utara yang dikaitkan dengan produk-produk klien kami, dengan ini kami sampaikan klarifikasi atas pemberitaan seputar permasalahan tersebut sebagai berikut:

    * 1. Bahwa produk-produk klien kami berasal dari bahan-bahan alami, telah melalui tes uji di laboratorium yang terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia, semua produk klien kami tersebut telah dikonsumsi oleh lebih dari 2 juta orang diseluruh Indonesia dan selama ini produk-produk tersebut telah terbukti aman untuk dikonsumsi dan tanpa efek samping apapun;

    * 2. Bahwa terhadap kasus kematian Ngatini alias Maulida yang meninggal dunia setelah menjalani 10 (sepuluh) hari perawatan di RSUP H. Adam Malik Medan berdasarkan data, bukti dan informasi yang kami peroleh, perlu kami sampaikan sebagai berikut:


    * a. Bahwa Ngatini alias Maulida ternyata telah menderita sakit cukup lama dan pernah beberapa kali dirawat dirumah sakit tetapi tidak kunjung sembuh dan Maulida tersebut sebelumnya telah mengkonsumsi berbagai macam obat-obatan dan antibiotik untuk penyakitnya tersebut.

    * b. Keterangan Ibu Kemala, pegawai medis di Puskesmas yang sempat datang ke kediaman Maulida, atas permintaan kakak kandung Maulida, Husna melalui telepon meminta Ibu Kemala untuk datang melihat adiknya, Maulida, yang berdasarkan keterangan via telepon tersebut kakak kandungnya mengatakan bahwa Maulida menderita keracunan obat.

      Pada saat Ibu Kemala datang dengan disertai suami Ibu Kemala, kakak kandung Maulida, Husna dan Sdri Siti Marsitah (saudara Ibu Kemala), kondisi Maulida sudah parah dimana kulit Maulida berwarna kehitaman, bersisik dan telah mengelupas dan kondisi Maulida terbaring dan terlihat sulit untuk bangun dari tempat tidur.

      Setelah melihat kondisi Maulida, dan karena atas permintaan Maulida dan keluarga untuk memberikan obat atas penyakitnya, Ibu Kemala menyatakan tidak mempunyai obat atas penyakit tersebut, Ibu Kemala hanya memiliki suplemen/makanan kesehatan, karena dipaksa terus oleh pihak keluarga Maulida, Ibu Kemala memberikan Kino dan chlorophyll (produk klien kami) sebagai suplemen. Esoknya ketika Ibu Kemala kembali mendatangi kediaman Maulida, kondisi Maulida sudah kelihatan membaik, bisa berjalan dan kelihatan lebih segar dari sebelumnya. Sampai tiga hari kedepan, Ibu Kemala selalu mengadakan kontak via telepon dimana kondisi Maulida semakin bagus.

      Pada hari keempat Ibu Kemala mendapat telepon dari Maulida yang mengatakan keinginannya untuk pulang kampung dengan alasan di tempat kediamannya sekarang ini (Medan) tidak ada yang merawat. Beberapa hari kemudian, sekitar tanggal 26 Maret 2009 ibu kandung Maulida dari kampung menghubungi Ibu Kemala melalui telapon dan mengatakan akan memandikan Maulida dengan air sirih dan Ibu Kemala telah secara tegas menyatakan bahwa ia tidak menjamin kondisi Maulida apabila tercampur dengan obat atau zat lain.

      Selanjutnya, nampaknya Ibu Kandung Maulida tetap juga memandikan Maulida dengan air sirih Karena bau badannya dan berdasarkan kontak via telepon, dilaporkan bahwa setelah itu kondisi Maulida semakin memburuk dan kulitnya mengeras. Pada tanggal 28 Maret 2009, Maulida dirawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan, dan akhirnya pada hari senin, tanggal 6 April 2009, Maulida meninggal dunia.

    * c. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut, tidak ada satupun indikasi atau bukti atau hasil pengujian laboratorium apapun yang menunjukan bahwa kematian Maulida tersebut adalah disebabkan oleh konsumi Maulida atas produk klien kami akan tetapi faktanya justru Maulida sudah menderita keracunan obat cukup lama dan tidak mendapat perawatan sebagaimana mestinya.

    * 3. Bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, terhadap seluruh pemberitaan yang telah menyudutkan klien kami, menunjukan indikasi adanya upaya untuk merusak nama baik dan reputasi bisnis klien kami di seluruh wilayah Indonesia yang terus berkembang saat ini. Untuk itu klien kami telah melaporkan dugaan pencemaran nama baik klien kami tersebut ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara pada taggal 7 April 2009. Dan dengan ini pula kami menghimbau kepada seluruh media massa baik cetak maupun elektronik untuk tidak melanjutkan pemberitaanpemberitaan yang tidak berimbang, menyesatkan dan menyudutkan klien kami.

    * 4. Bahwa demi mencegah adanya misleading information lebih lanjut, kami menghimbau bagi para pihak yang memerlukan penjelasan maka dapat menghubungi Hamdan Zoelva, SH., MH atau Januardi S. Haribowo, SH pada kantor hukum:



Zoelva &amp; Januardi
Counselor &amp; Attorneys at Law
Jl. Kartanegara No. 68, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12180
Tel: (62-21) 7243314, 7245516, Fax (62-21) 7221859
atau
Hamdan Zoelva (0818751480)/ Januardi S. Haribowo, SH (0811999180)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PENJELASAN KUASA HUKUM K-LINK</p>
<p>Kami, Hamdan Zoelva, SH., MH dan Januardi S. Haribowo, SH, advokat pada kantor hukum Zoelva &amp; Januardi, beralamat di Jl. Kartanegara No. 68, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bertindak untuk dan atas nama klien kami, PT. K-Link Nusantara, beralamat di Jl. Prof. Dr. Saharjo No. 161, Jakarta Selatan berdasarkan Surat Kuasa Khusus No. 031/SK/ZJ/IV/2009 tanggal 7 April 2009</p>
<p>Sehubungan dengan pemberitaan yang marak akhir-akhir ini mengenai penyebab kematian Ngatini alias Maulida, Maulida Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan, Sumatera Utara yang dikaitkan dengan produk-produk klien kami, dengan ini kami sampaikan klarifikasi atas pemberitaan seputar permasalahan tersebut sebagai berikut:</p>
<p>    * 1. Bahwa produk-produk klien kami berasal dari bahan-bahan alami, telah melalui tes uji di laboratorium yang terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia, semua produk klien kami tersebut telah dikonsumsi oleh lebih dari 2 juta orang diseluruh Indonesia dan selama ini produk-produk tersebut telah terbukti aman untuk dikonsumsi dan tanpa efek samping apapun;</p>
<p>    * 2. Bahwa terhadap kasus kematian Ngatini alias Maulida yang meninggal dunia setelah menjalani 10 (sepuluh) hari perawatan di RSUP H. Adam Malik Medan berdasarkan data, bukti dan informasi yang kami peroleh, perlu kami sampaikan sebagai berikut:</p>
<p>    * a. Bahwa Ngatini alias Maulida ternyata telah menderita sakit cukup lama dan pernah beberapa kali dirawat dirumah sakit tetapi tidak kunjung sembuh dan Maulida tersebut sebelumnya telah mengkonsumsi berbagai macam obat-obatan dan antibiotik untuk penyakitnya tersebut.</p>
<p>    * b. Keterangan Ibu Kemala, pegawai medis di Puskesmas yang sempat datang ke kediaman Maulida, atas permintaan kakak kandung Maulida, Husna melalui telepon meminta Ibu Kemala untuk datang melihat adiknya, Maulida, yang berdasarkan keterangan via telepon tersebut kakak kandungnya mengatakan bahwa Maulida menderita keracunan obat.</p>
<p>      Pada saat Ibu Kemala datang dengan disertai suami Ibu Kemala, kakak kandung Maulida, Husna dan Sdri Siti Marsitah (saudara Ibu Kemala), kondisi Maulida sudah parah dimana kulit Maulida berwarna kehitaman, bersisik dan telah mengelupas dan kondisi Maulida terbaring dan terlihat sulit untuk bangun dari tempat tidur.</p>
<p>      Setelah melihat kondisi Maulida, dan karena atas permintaan Maulida dan keluarga untuk memberikan obat atas penyakitnya, Ibu Kemala menyatakan tidak mempunyai obat atas penyakit tersebut, Ibu Kemala hanya memiliki suplemen/makanan kesehatan, karena dipaksa terus oleh pihak keluarga Maulida, Ibu Kemala memberikan Kino dan chlorophyll (produk klien kami) sebagai suplemen. Esoknya ketika Ibu Kemala kembali mendatangi kediaman Maulida, kondisi Maulida sudah kelihatan membaik, bisa berjalan dan kelihatan lebih segar dari sebelumnya. Sampai tiga hari kedepan, Ibu Kemala selalu mengadakan kontak via telepon dimana kondisi Maulida semakin bagus.</p>
<p>      Pada hari keempat Ibu Kemala mendapat telepon dari Maulida yang mengatakan keinginannya untuk pulang kampung dengan alasan di tempat kediamannya sekarang ini (Medan) tidak ada yang merawat. Beberapa hari kemudian, sekitar tanggal 26 Maret 2009 ibu kandung Maulida dari kampung menghubungi Ibu Kemala melalui telapon dan mengatakan akan memandikan Maulida dengan air sirih dan Ibu Kemala telah secara tegas menyatakan bahwa ia tidak menjamin kondisi Maulida apabila tercampur dengan obat atau zat lain.</p>
<p>      Selanjutnya, nampaknya Ibu Kandung Maulida tetap juga memandikan Maulida dengan air sirih Karena bau badannya dan berdasarkan kontak via telepon, dilaporkan bahwa setelah itu kondisi Maulida semakin memburuk dan kulitnya mengeras. Pada tanggal 28 Maret 2009, Maulida dirawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan, dan akhirnya pada hari senin, tanggal 6 April 2009, Maulida meninggal dunia.</p>
<p>    * c. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut, tidak ada satupun indikasi atau bukti atau hasil pengujian laboratorium apapun yang menunjukan bahwa kematian Maulida tersebut adalah disebabkan oleh konsumi Maulida atas produk klien kami akan tetapi faktanya justru Maulida sudah menderita keracunan obat cukup lama dan tidak mendapat perawatan sebagaimana mestinya.</p>
<p>    * 3. Bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, terhadap seluruh pemberitaan yang telah menyudutkan klien kami, menunjukan indikasi adanya upaya untuk merusak nama baik dan reputasi bisnis klien kami di seluruh wilayah Indonesia yang terus berkembang saat ini. Untuk itu klien kami telah melaporkan dugaan pencemaran nama baik klien kami tersebut ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara pada taggal 7 April 2009. Dan dengan ini pula kami menghimbau kepada seluruh media massa baik cetak maupun elektronik untuk tidak melanjutkan pemberitaanpemberitaan yang tidak berimbang, menyesatkan dan menyudutkan klien kami.</p>
<p>    * 4. Bahwa demi mencegah adanya misleading information lebih lanjut, kami menghimbau bagi para pihak yang memerlukan penjelasan maka dapat menghubungi Hamdan Zoelva, SH., MH atau Januardi S. Haribowo, SH pada kantor hukum:</p>
<p>Zoelva &amp; Januardi<br />
Counselor &amp; Attorneys at Law<br />
Jl. Kartanegara No. 68, Kebayoran Baru<br />
Jakarta Selatan 12180<br />
Tel: (62-21) 7243314, 7245516, Fax (62-21) 7221859<br />
atau<br />
Hamdan Zoelva (0818751480)/ Januardi S. Haribowo, SH (0811999180)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rian</title>
		<link>http://steax.wordpress.com/2008/08/01/penyebab-labschool-kabakaran/#comment-1285</link>
		<dc:creator>rian</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 10:47:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://steax.wordpress.com/?p=137#comment-1285</guid>
		<description>&quot;http://www.youtube.com/watch?v=ogBZWAE4rcA&quot;
&quot;[http://www.youtube.com/watch?v=6unZ3VXNYsI&amp;feature=related]&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;http://www.youtube.com/watch?v=ogBZWAE4rcA&#8221;<br />
&#8220;[http://www.youtube.com/watch?v=6unZ3VXNYsI&amp;feature=related]&#8220;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rian</title>
		<link>http://steax.wordpress.com/2008/08/01/penyebab-labschool-kabakaran/#comment-1284</link>
		<dc:creator>rian</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 10:29:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://steax.wordpress.com/?p=137#comment-1284</guid>
		<description>SUmber: http://www.medanbisnisonline.com/2009/04/07/tidak-relevan-suplemen-penyebab-tewasnya-ngatimi/

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=78423&amp;Itemid=27

Tidak Relevan Suplemen Penyebab Tewasnya Ngatimi
Hukum &amp; Kriminal 07-04-2009

*zainul abdi nst/cw 01
Kematian Ngatimi alias Maulidah (38) disebut-sebut akibat mengonsumsi suplemen larutan organik Spirulina, minuman Gamat Plis, cairan Cholorofil, satu kotak tablet Kino dan Gamat Vita Gel, dibantah keras oleh managemen PT K-Link Nusantara.
Melalui Corporate Managemen PT K-Link Nusantara, Bayu Riono didampingi dr Anggi, dr J Silitonga dan penanggung jawab produk K-Link, dr Fatma Dwi A kepada wartawan dalam jumpa persnya, di Hotel Asean, Senin (6/4).
Menurut dr Anggi, tidak relevan suplemen menjadi penyebab utama tewasnya Ngatimi penduduk Jalan Perintis Kemerdekaan Gang Sunda No 17, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, kemarin di RSUP HAM.
Sebab, dari hasil penelusuran dan penelitian yang dilakukan, penyakit awal Ngatimi adalah bronchitis kronis (paru-paru). Selanjutnya, Ngatimi mengonsumsi banyak obat-obatan sehingga menimbulkan keracunan obat (steven johnson syndrome) yang terakumulasi di dalam tubuh sehingga kulit memghitam dan melepuh.
“Setelah itu, dia disarankan oleh keluarganya mengonsumsi produk K-Link. Gak relevan setelah meminum produk tersebut selama empat hari meninggal. Ngatimi meninggal akibat steven johnson syndrome. Terlalu dini divonis karena gagal ginjal,” jelasnya.
Ditambahkannya, dampak dari keracunan obat-obatan tersebut juga mengakibatkan kulitnya melepuh. Selain itu juga dari hasil pemeriksaan laboratorium, darah dan urine mengalami infeksi sehingga mengeluhkan batuk-batuk. “Lekositnya tinggi, urinenya banyak bakteri dan sistem kekebalan tubuhnya melemah,” katanya.
Hal yang sama juga diutarakan dr J Silitonga dan penanggung jawab produk K-Link, dr Fatma Dwi A. Bahkan, dr Fatma menyebutkan produk K-Link merupakan produk yang bebas dari bahan kimiawi serta terdaftar di BPOM selama lima tahun dan telah dikonsumsi ribuan orang di Indonesia. “Kami sifatnya menolong, kita tidak datangi pasien tetapi pihak keluarga yang menghubungi distributor untuk membeli produk kami. Jadi ini tidak relevan. Kami bisa menuntut balik kalau dikatakan penyebabnya karena produk K-Link,” tegasnya.
Sementara Corporate Managemen PT K-Link Nusantara, Bayu Riono, menjelaskan kronologis Ngatimi yang memiliki nama sebenarnya Maulidah istri M Nur Sitepu. Ngatimi telah dirawat di RSUP H Adam Malik Medan sejak 28 Maret 2008.
Menurut informasi dari kerabat dan keluarganya sebelum masuk ke rumah sakit, Ngatimi memang sudah lama mengalami gejala yang mirip steven johnson syndrome. Ngatimi sering menggunkan berbagai macam obat dan antibiotik.
“Keterangan itu langsung dari kakak kandung korban yaitu Husna ketika ditemui Kemalawati SKM seorang distributor K-Link yang diundang ke tempatnya pada tanggal 20 Maret lalu dan meminta pertolongan guna memberikan produk alternatif yang alami dan tidak berbahaya,” ungkapnya.
Setelah diberikan dua produk suplemen food, kondisinya membaik dan bisa berjalan seperti dikatakan oleh Husna melalui telepon pada 22 Maret 2009. Kemudian Husna meminta produk lain karena Ngatimi menderita batuk-batuk yang telah lama dideritanya.
Usai mengonsumsi dua produk suplemen, kondisi Ngitimi membaik dan menyatakan akan pulang kampung menemui ibunya di Deli Serdang. Pada kesempatan yang sama, adik ipar korban, Dahlia meminta obat untuk menyembuhkan gangguan polipnya. Namun keesokan hari, Kemala dihubungi oleh keluarganya mengatakan Ngatimi menderita gatal-gatal dan melepuh di beberapa bagian tubuhnya. Kemala menyarankan untuk mengoleskan salah satu produk ke tubuh yang gatal, namun oleh ibunya, Ngatimi dimandikan dengan larutan daun sirih.
Tetapi gatalnya tak sembuh dan semakin parah. Selanjutnya korban dibawa ke RSUP HAM dan didaftarkan dengan nama Ngatimi. Tanggal 31 Maret lalu, Ngatimi melakukan cuci darah karena kedua ginjalnya tak berfungsi. Semenjak itulah, Ngatimi tidak pernah mengkonsumsi suplemen food produk K-Link.
Gagal Ginjal
Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSU Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM), dr Azwan Hakmi Lubis SpA MKes membenarkan prihal meninggalnya pasien yang didiagnosa menderita gagal ginjal.
Dia menjelaskan gagal ginjal yang dialami pasien sudah ditangani dokter dengan mencuci darahnya (hemodialisa), namun nyawanya tidak tertolong. Pihaknya menyatakan gejala penyakit kulit steven jhonson syndrome juga hampir mendekati diagnosanya. Jenazah pasien juga sudah dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan.
Azwan mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan obat-obatan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter. “Jangan terlalu percaya untuk menggunakan langsung obat-obat yang ada di pasaran. Sebaiknya harus melalui rekomendasi dokter. Karena dikhawatirkan akan berbahaya pada kesehatan hingga menyebabkan kematian seperti yang dialami pasien Ngatimi. Hati-hati menggunakan obat yang beredar di pasaran,” tandasnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SUmber: <a href="http://www.medanbisnisonline.com/2009/04/07/tidak-relevan-suplemen-penyebab-tewasnya-ngatimi/" rel="nofollow">http://www.medanbisnisonline.com/2009/04/07/tidak-relevan-suplemen-penyebab-tewasnya-ngatimi/</a></p>
<p>Sumber: <a href="http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=78423&amp;Itemid=27" rel="nofollow">http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=78423&amp;Itemid=27</a></p>
<p>Tidak Relevan Suplemen Penyebab Tewasnya Ngatimi<br />
Hukum &amp; Kriminal 07-04-2009</p>
<p>*zainul abdi nst/cw 01<br />
Kematian Ngatimi alias Maulidah (38) disebut-sebut akibat mengonsumsi suplemen larutan organik Spirulina, minuman Gamat Plis, cairan Cholorofil, satu kotak tablet Kino dan Gamat Vita Gel, dibantah keras oleh managemen PT K-Link Nusantara.<br />
Melalui Corporate Managemen PT K-Link Nusantara, Bayu Riono didampingi dr Anggi, dr J Silitonga dan penanggung jawab produk K-Link, dr Fatma Dwi A kepada wartawan dalam jumpa persnya, di Hotel Asean, Senin (6/4).<br />
Menurut dr Anggi, tidak relevan suplemen menjadi penyebab utama tewasnya Ngatimi penduduk Jalan Perintis Kemerdekaan Gang Sunda No 17, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, kemarin di RSUP HAM.<br />
Sebab, dari hasil penelusuran dan penelitian yang dilakukan, penyakit awal Ngatimi adalah bronchitis kronis (paru-paru). Selanjutnya, Ngatimi mengonsumsi banyak obat-obatan sehingga menimbulkan keracunan obat (steven johnson syndrome) yang terakumulasi di dalam tubuh sehingga kulit memghitam dan melepuh.<br />
“Setelah itu, dia disarankan oleh keluarganya mengonsumsi produk K-Link. Gak relevan setelah meminum produk tersebut selama empat hari meninggal. Ngatimi meninggal akibat steven johnson syndrome. Terlalu dini divonis karena gagal ginjal,” jelasnya.<br />
Ditambahkannya, dampak dari keracunan obat-obatan tersebut juga mengakibatkan kulitnya melepuh. Selain itu juga dari hasil pemeriksaan laboratorium, darah dan urine mengalami infeksi sehingga mengeluhkan batuk-batuk. “Lekositnya tinggi, urinenya banyak bakteri dan sistem kekebalan tubuhnya melemah,” katanya.<br />
Hal yang sama juga diutarakan dr J Silitonga dan penanggung jawab produk K-Link, dr Fatma Dwi A. Bahkan, dr Fatma menyebutkan produk K-Link merupakan produk yang bebas dari bahan kimiawi serta terdaftar di BPOM selama lima tahun dan telah dikonsumsi ribuan orang di Indonesia. “Kami sifatnya menolong, kita tidak datangi pasien tetapi pihak keluarga yang menghubungi distributor untuk membeli produk kami. Jadi ini tidak relevan. Kami bisa menuntut balik kalau dikatakan penyebabnya karena produk K-Link,” tegasnya.<br />
Sementara Corporate Managemen PT K-Link Nusantara, Bayu Riono, menjelaskan kronologis Ngatimi yang memiliki nama sebenarnya Maulidah istri M Nur Sitepu. Ngatimi telah dirawat di RSUP H Adam Malik Medan sejak 28 Maret 2008.<br />
Menurut informasi dari kerabat dan keluarganya sebelum masuk ke rumah sakit, Ngatimi memang sudah lama mengalami gejala yang mirip steven johnson syndrome. Ngatimi sering menggunkan berbagai macam obat dan antibiotik.<br />
“Keterangan itu langsung dari kakak kandung korban yaitu Husna ketika ditemui Kemalawati SKM seorang distributor K-Link yang diundang ke tempatnya pada tanggal 20 Maret lalu dan meminta pertolongan guna memberikan produk alternatif yang alami dan tidak berbahaya,” ungkapnya.<br />
Setelah diberikan dua produk suplemen food, kondisinya membaik dan bisa berjalan seperti dikatakan oleh Husna melalui telepon pada 22 Maret 2009. Kemudian Husna meminta produk lain karena Ngatimi menderita batuk-batuk yang telah lama dideritanya.<br />
Usai mengonsumsi dua produk suplemen, kondisi Ngitimi membaik dan menyatakan akan pulang kampung menemui ibunya di Deli Serdang. Pada kesempatan yang sama, adik ipar korban, Dahlia meminta obat untuk menyembuhkan gangguan polipnya. Namun keesokan hari, Kemala dihubungi oleh keluarganya mengatakan Ngatimi menderita gatal-gatal dan melepuh di beberapa bagian tubuhnya. Kemala menyarankan untuk mengoleskan salah satu produk ke tubuh yang gatal, namun oleh ibunya, Ngatimi dimandikan dengan larutan daun sirih.<br />
Tetapi gatalnya tak sembuh dan semakin parah. Selanjutnya korban dibawa ke RSUP HAM dan didaftarkan dengan nama Ngatimi. Tanggal 31 Maret lalu, Ngatimi melakukan cuci darah karena kedua ginjalnya tak berfungsi. Semenjak itulah, Ngatimi tidak pernah mengkonsumsi suplemen food produk K-Link.<br />
Gagal Ginjal<br />
Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSU Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM), dr Azwan Hakmi Lubis SpA MKes membenarkan prihal meninggalnya pasien yang didiagnosa menderita gagal ginjal.<br />
Dia menjelaskan gagal ginjal yang dialami pasien sudah ditangani dokter dengan mencuci darahnya (hemodialisa), namun nyawanya tidak tertolong. Pihaknya menyatakan gejala penyakit kulit steven jhonson syndrome juga hampir mendekati diagnosanya. Jenazah pasien juga sudah dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan.<br />
Azwan mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan obat-obatan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter. “Jangan terlalu percaya untuk menggunakan langsung obat-obat yang ada di pasaran. Sebaiknya harus melalui rekomendasi dokter. Karena dikhawatirkan akan berbahaya pada kesehatan hingga menyebabkan kematian seperti yang dialami pasien Ngatimi. Hati-hati menggunakan obat yang beredar di pasaran,” tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rexy</title>
		<link>http://steax.wordpress.com/2008/08/01/penyebab-labschool-kabakaran/#comment-1281</link>
		<dc:creator>Rexy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 04:13:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://steax.wordpress.com/?p=137#comment-1281</guid>
		<description>Ini nih satu lg contoh ngga mutunya produk ka link

Diduga Setelah Mengkonsumsi Obat Suplemen, Seluruh Tubuh Ngatini Melepuh
Posted in Medan Kita by Redaksi on April 6th, 2009

Medan (SIB)
M Nur Sitepu penduduk Jalan Perintis Kemerdekaan Gang Sunda nomor 17 Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat mengatakan, hanya bisa pasrah menerima kondisi istrinya Ngatimi (38) yang dirawat di RSU H Adam Malik Medan setelah mengkonsumsi obat suplemen.
Sejak korban menderita penyakit batuk, badannya terasa sakit dan susah tidur. Oleh seorang kenalan, kemudian disarankan membeli sebuah produk suplemen obat yang didistribusikan salah satu perusahaan MLM.
Mereka kemudian memutuskan untuk membeli lima produk suplemen yang ditawarkan yakni, Larutan Organik Spirulina, minuman Gamat Plus, obat cair Cholorofil, 1 kotak kablet obat Kino dan Gamat Vita Gel yang dikatakan untuk muka.
Namun, baru dua hari dikonsumsinya, bukan kesembuhan yang didapat. Malah penyakit Ngatini semakin parah. Obat batuk yang dibeli, bukannya menyembuhkan, malah membuat batuk korban menjadi semakin meradang.
Puncaknya ketika obat oles Gamat Vita Gel dioles ke wajah Ngatini. Keesokannya, wajahnya memerah dan menggelembung padat. Dia juga histeris karena kulitnya terasa panas dan mulutnya terus terkatup tidak bisa bicara. Pihak distributor suplemen yang dihubungi malah mengatakan, untuk tidak menghentikan dan mengatakan itu hanya reaksi obat.
Tapi keesokan harinya, wajah Ngatini malah mengelupas. Awalnya hanya pada wajah, namun dalam beberapa hari menyebar ke seluruh tubuhnya.
Selanjutnya M Nur membawa istrinya ke RSU-HAM yang kemudian dokter mendiagnosa kalau istrinya alergi pada obat yang dimakan.
Keterangan dari Humas RSU-HAM drg Atma Jaya kepada wartawan, berdasarkan diagnosa awal tim dokter yang menangani, pasien menderita gagal ginjal akut. Diagnosa lanjutan kemudian diketahui pasien menderita penyakit kulit berbahaya yang diakibatkan salah makan obat atau dalam istilah kedokteran, toxic epidermal necrolisisis.
“Kita ketahui ini karena alergi dengan obat-obatan yang dikonsumsi atau dioleskan pasien kita ke wajahnya,” tukas Atmajaya.
M Nur kepada wartawan mengatakan, dirinya telah meminta pertanggungjawaban dari pihak distributor obat untuk menanggung semua biaya perobatan istrinya.
“Mereka menyatakan menyanggupi. Tapi itu baru lisan saja. Aku maunya tertulis. Bila nanti mereka berbohong akan kubawa ke jalur hukum,” simpulnya. (M16/d)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini nih satu lg contoh ngga mutunya produk ka link</p>
<p>Diduga Setelah Mengkonsumsi Obat Suplemen, Seluruh Tubuh Ngatini Melepuh<br />
Posted in Medan Kita by Redaksi on April 6th, 2009</p>
<p>Medan (SIB)<br />
M Nur Sitepu penduduk Jalan Perintis Kemerdekaan Gang Sunda nomor 17 Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat mengatakan, hanya bisa pasrah menerima kondisi istrinya Ngatimi (38) yang dirawat di RSU H Adam Malik Medan setelah mengkonsumsi obat suplemen.<br />
Sejak korban menderita penyakit batuk, badannya terasa sakit dan susah tidur. Oleh seorang kenalan, kemudian disarankan membeli sebuah produk suplemen obat yang didistribusikan salah satu perusahaan MLM.<br />
Mereka kemudian memutuskan untuk membeli lima produk suplemen yang ditawarkan yakni, Larutan Organik Spirulina, minuman Gamat Plus, obat cair Cholorofil, 1 kotak kablet obat Kino dan Gamat Vita Gel yang dikatakan untuk muka.<br />
Namun, baru dua hari dikonsumsinya, bukan kesembuhan yang didapat. Malah penyakit Ngatini semakin parah. Obat batuk yang dibeli, bukannya menyembuhkan, malah membuat batuk korban menjadi semakin meradang.<br />
Puncaknya ketika obat oles Gamat Vita Gel dioles ke wajah Ngatini. Keesokannya, wajahnya memerah dan menggelembung padat. Dia juga histeris karena kulitnya terasa panas dan mulutnya terus terkatup tidak bisa bicara. Pihak distributor suplemen yang dihubungi malah mengatakan, untuk tidak menghentikan dan mengatakan itu hanya reaksi obat.<br />
Tapi keesokan harinya, wajah Ngatini malah mengelupas. Awalnya hanya pada wajah, namun dalam beberapa hari menyebar ke seluruh tubuhnya.<br />
Selanjutnya M Nur membawa istrinya ke RSU-HAM yang kemudian dokter mendiagnosa kalau istrinya alergi pada obat yang dimakan.<br />
Keterangan dari Humas RSU-HAM drg Atma Jaya kepada wartawan, berdasarkan diagnosa awal tim dokter yang menangani, pasien menderita gagal ginjal akut. Diagnosa lanjutan kemudian diketahui pasien menderita penyakit kulit berbahaya yang diakibatkan salah makan obat atau dalam istilah kedokteran, toxic epidermal necrolisisis.<br />
“Kita ketahui ini karena alergi dengan obat-obatan yang dikonsumsi atau dioleskan pasien kita ke wajahnya,” tukas Atmajaya.<br />
M Nur kepada wartawan mengatakan, dirinya telah meminta pertanggungjawaban dari pihak distributor obat untuk menanggung semua biaya perobatan istrinya.<br />
“Mereka menyatakan menyanggupi. Tapi itu baru lisan saja. Aku maunya tertulis. Bila nanti mereka berbohong akan kubawa ke jalur hukum,” simpulnya. (M16/d)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ary</title>
		<link>http://steax.wordpress.com/2008/08/01/penyebab-labschool-kabakaran/#comment-1280</link>
		<dc:creator>Ary</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 20:30:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://steax.wordpress.com/?p=137#comment-1280</guid>
		<description>Kebetulan gw juga pake alat ini. Alat ini memang anti ledak teknologi Jerman (bukan amerika), soal ilmiahnya tanya aja langsung ama penemunya kalo perlu datengin tuh k-link, deket kok di tebet. Memang dia bisa meredam reaksi berantai. Gw bukan tipe pemberani untuk berteori sendiri tanpa tau banyak dulu, karena gw bukan expert, dari pada gw malu sendiri ntarnya, jadi gak bisa info banyak tentang teorinya. So langsung aja tanya ke k-link-nya.

Mengenai fungsi menurut gw masih logis. Kenapa kita perlu alat ini. Contohnya kalo terjadi accident mobil yang teguling, mungkin orangnya udah patah2 dan bedarah2. Bagaimanapun dia masih punya harapan hidup kalo cepat diselamatkan. Tapi kalo terjadi ledakan, yah lain cerita…harapannya ilang deh. Walaupun peluang terjadinya 1 banding seribu atau 1 banding sejuta kék tetap aja si 1 ini bisa terjadi dan terjadinya pada siapa kita gak akan tau. Makanya perlu proteksi yang mana alat ini umurnya long life dengan harga segitu. Produk asuransi aja laku kok walaupun gak ada orang yang mau celaka, kehilangan dll, tapi tetap perlu.

Gw udah sering banget liat demonya, tangki besi berisi minyak dilas gak meledak. Motor, mobil mulut tangkinya disulut, apinya nyala tapi gak meledak. Berkali-kali semuanya aman gak terjadi apa2.


Duh,dgn Harga Produk 1jt&#039;an (blm di kali beli berulang2 nya) &amp; blm tentu kita naek mobil bakal meledak terus &amp; menghindari org is dead krn terbakar...
Mending tuh duit 1jt&#039;an nya lo pake buat Polish Asuransi (Prudential).
klo lo naek mobil &amp; is dead krn meledak kan pasti dapet kliam yg lebih gede.
Inti nya kan tuh Prudok mencegah lo is dead kan?
Ya kalo sama2 Mencegah mah semua orang juga tau Asuransi lebih Aman atuh.
lagian Asuransi tuh ada Pengembalian uang yg kita simpan. lo beli Produk seharga 1jt&#039;an kan ga bakal di balikin.

Gitu aja kok repot !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kebetulan gw juga pake alat ini. Alat ini memang anti ledak teknologi Jerman (bukan amerika), soal ilmiahnya tanya aja langsung ama penemunya kalo perlu datengin tuh k-link, deket kok di tebet. Memang dia bisa meredam reaksi berantai. Gw bukan tipe pemberani untuk berteori sendiri tanpa tau banyak dulu, karena gw bukan expert, dari pada gw malu sendiri ntarnya, jadi gak bisa info banyak tentang teorinya. So langsung aja tanya ke k-link-nya.</p>
<p>Mengenai fungsi menurut gw masih logis. Kenapa kita perlu alat ini. Contohnya kalo terjadi accident mobil yang teguling, mungkin orangnya udah patah2 dan bedarah2. Bagaimanapun dia masih punya harapan hidup kalo cepat diselamatkan. Tapi kalo terjadi ledakan, yah lain cerita…harapannya ilang deh. Walaupun peluang terjadinya 1 banding seribu atau 1 banding sejuta kék tetap aja si 1 ini bisa terjadi dan terjadinya pada siapa kita gak akan tau. Makanya perlu proteksi yang mana alat ini umurnya long life dengan harga segitu. Produk asuransi aja laku kok walaupun gak ada orang yang mau celaka, kehilangan dll, tapi tetap perlu.</p>
<p>Gw udah sering banget liat demonya, tangki besi berisi minyak dilas gak meledak. Motor, mobil mulut tangkinya disulut, apinya nyala tapi gak meledak. Berkali-kali semuanya aman gak terjadi apa2.</p>
<p>Duh,dgn Harga Produk 1jt&#8217;an (blm di kali beli berulang2 nya) &amp; blm tentu kita naek mobil bakal meledak terus &amp; menghindari org is dead krn terbakar&#8230;<br />
Mending tuh duit 1jt&#8217;an nya lo pake buat Polish Asuransi (Prudential).<br />
klo lo naek mobil &amp; is dead krn meledak kan pasti dapet kliam yg lebih gede.<br />
Inti nya kan tuh Prudok mencegah lo is dead kan?<br />
Ya kalo sama2 Mencegah mah semua orang juga tau Asuransi lebih Aman atuh.<br />
lagian Asuransi tuh ada Pengembalian uang yg kita simpan. lo beli Produk seharga 1jt&#8217;an kan ga bakal di balikin.</p>
<p>Gitu aja kok repot !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: alanix</title>
		<link>http://steax.wordpress.com/2008/08/01/penyebab-labschool-kabakaran/#comment-1264</link>
		<dc:creator>alanix</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 09:40:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://steax.wordpress.com/?p=137#comment-1264</guid>
		<description>si steax gak komentarin produk lainkan? dia hanya ngbahas X-plo..., tapi kenapa ada yng nyental nyentil di luar pembahasannya? PASTI ITU MEMBERNYA &quot;ho ho Kamu ketahuan&quot; ha ha ha ha ha. Maju terus Steax emang dunia harus ada warna, Gak seru kalau gak da kamu steax</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>si steax gak komentarin produk lainkan? dia hanya ngbahas X-plo&#8230;, tapi kenapa ada yng nyental nyentil di luar pembahasannya? PASTI ITU MEMBERNYA &#8220;ho ho Kamu ketahuan&#8221; ha ha ha ha ha. Maju terus Steax emang dunia harus ada warna, Gak seru kalau gak da kamu steax</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: teguh</title>
		<link>http://steax.wordpress.com/2008/08/01/penyebab-labschool-kabakaran/#comment-1260</link>
		<dc:creator>teguh</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 21:34:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://steax.wordpress.com/?p=137#comment-1260</guid>
		<description>salam dingin..
kepala boleh panas, tapi ati tetep adem bro... tul kan?

to
Rizqi Djamaluddin

saya netral aza...
bensin di tangki di sulut kata anda tidak meledak...
ditutup karena oksigen ga ada.. bla bla bla  tak mungkin meledak...

pernah liat mainan mercon bumbung? bambu yang di buat meriam berbahan bakar minyak tanah..
mainnya di lapangan.. di laptop si unyil ma di sibolang?
bukan bensin bro.. tapi ledakannya bisa ngelempar sumbatnya ampe puluhan meter..

saya rasa anda harus main..
rasakan ledakannya, dan kesenangannya..

tapi menurut teori anda yang menggampangkan mobil tidak bisa meledak..
1 banding semilyar kek...
baiknya khusus Anda, bahan bakar mercon bambunya pake bensin..

saya cuman pengin liat saat bensin yang makin panas, membuat bambu pecah, menghamburkan kesegala arah bensin yang berkobar....
saya kepengin liat bagaimana usaha anda memadamkan api yang membakar anda, 
karena anda main mercon bambu  kan berjarak cuma 60cm...
brani..?? hehehe

Anda hanya anak anak yang mengaku punya logika tentang bahan bakar..
tapi anda bukan pembuat explo tsb

kalau anda mau praktek aja silahkan tanki motor di isi bensin dan di las...pasti tidak meledak.
atau Anda yang merasa ahli bahan bakar mau mencoba?
siapkan ambulance, karena jaminan tubuh anda bisa kayak kena granat, tembus sana sini..
Atau cukup bayar saya 1juta saya belah tanki motor anda jadi 2. syarat.. kasih explo dulu... hehe
atau silahkan las tanki motor anda sendiri, tanpa explo, saya kasih 5 juta...
kalo brani?... tolong dengan hormat siapkan peti mati...

kalo tantangan kecil kayak gini anda kagak brani, jgn banyak B*COT kan...
jangan malu2 in sekolah anda.
kejadian labschool pasti karena orangnya yang ngawur...
bukan produknya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam dingin..<br />
kepala boleh panas, tapi ati tetep adem bro&#8230; tul kan?</p>
<p>to<br />
Rizqi Djamaluddin</p>
<p>saya netral aza&#8230;<br />
bensin di tangki di sulut kata anda tidak meledak&#8230;<br />
ditutup karena oksigen ga ada.. bla bla bla  tak mungkin meledak&#8230;</p>
<p>pernah liat mainan mercon bumbung? bambu yang di buat meriam berbahan bakar minyak tanah..<br />
mainnya di lapangan.. di laptop si unyil ma di sibolang?<br />
bukan bensin bro.. tapi ledakannya bisa ngelempar sumbatnya ampe puluhan meter..</p>
<p>saya rasa anda harus main..<br />
rasakan ledakannya, dan kesenangannya..</p>
<p>tapi menurut teori anda yang menggampangkan mobil tidak bisa meledak..<br />
1 banding semilyar kek&#8230;<br />
baiknya khusus Anda, bahan bakar mercon bambunya pake bensin..</p>
<p>saya cuman pengin liat saat bensin yang makin panas, membuat bambu pecah, menghamburkan kesegala arah bensin yang berkobar&#8230;.<br />
saya kepengin liat bagaimana usaha anda memadamkan api yang membakar anda,<br />
karena anda main mercon bambu  kan berjarak cuma 60cm&#8230;<br />
brani..?? hehehe</p>
<p>Anda hanya anak anak yang mengaku punya logika tentang bahan bakar..<br />
tapi anda bukan pembuat explo tsb</p>
<p>kalau anda mau praktek aja silahkan tanki motor di isi bensin dan di las&#8230;pasti tidak meledak.<br />
atau Anda yang merasa ahli bahan bakar mau mencoba?<br />
siapkan ambulance, karena jaminan tubuh anda bisa kayak kena granat, tembus sana sini..<br />
Atau cukup bayar saya 1juta saya belah tanki motor anda jadi 2. syarat.. kasih explo dulu&#8230; hehe<br />
atau silahkan las tanki motor anda sendiri, tanpa explo, saya kasih 5 juta&#8230;<br />
kalo brani?&#8230; tolong dengan hormat siapkan peti mati&#8230;</p>
<p>kalo tantangan kecil kayak gini anda kagak brani, jgn banyak B*COT kan&#8230;<br />
jangan malu2 in sekolah anda.<br />
kejadian labschool pasti karena orangnya yang ngawur&#8230;<br />
bukan produknya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abe_cool</title>
		<link>http://steax.wordpress.com/2008/08/01/penyebab-labschool-kabakaran/#comment-1244</link>
		<dc:creator>abe_cool</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 13:15:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://steax.wordpress.com/?p=137#comment-1244</guid>
		<description>K-Link?
kayaknya pernah denger...
di mana ya?
bukan, bukan merek kan**t saya. (whoops!)
trus di mana dong?
O IYA! itu ada di kamar mandi saya. mama saya beli sebuah sabun berbentuk daun mereknya k-link. apakah produk itu tingkat meragukannya juga sangat ya?

@steax: anda keren saya harus akui

@eddo: bakar mulut tamgki mobil? kurang kerjaan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>K-Link?<br />
kayaknya pernah denger&#8230;<br />
di mana ya?<br />
bukan, bukan merek kan**t saya. (whoops!)<br />
trus di mana dong?<br />
O IYA! itu ada di kamar mandi saya. mama saya beli sebuah sabun berbentuk daun mereknya k-link. apakah produk itu tingkat meragukannya juga sangat ya?</p>
<p>@steax: anda keren saya harus akui</p>
<p>@eddo: bakar mulut tamgki mobil? kurang kerjaan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
