Angkot – asal kemacetan?

28Okt07

Tolong jangan bom saya untuk post ini… Tapi masalah ini sangatlah nyata.

Bus kota sering dianggap sumber kemaceta. Dan memang tidak bisa dipungkiri, bus-bus banyak yang berhenti di tempat sembarangan, bahkan dengan santai terdiam di tengah jalan sambil menunggu penumpang. Dan mereka biasanya tidak pernah peduli dengan dorongan mobil di belakangnya dengan klakson atau ditabrak sekalipun.

Tapi coba anda lihat kendaraan di beberapa wilayah jakarta, terutama wilayah dengan angkot. Banyak sekali persentase kendaraan yang berupa angkot. Dan mereka dengan sepuas hati dapat berhenti dan menunggu di mana saja untuk penumpang.

Mari kita lihat. Bus ditegur karena mereka sudah memiliki tempat pemberhentian (halte), tapi masih berhenti sembarangan. Sip deh, mereka perlu diajari agar berhenti di halte saja, dan agar sesuai jadwal. Ok, itu salah mereka, para supir bus.

(sebentar lagi saya bakal post pendapat saya tentang Bus Kota dan Transjakarta, hehe)

Tapi coba bandingkan dengan angkot. Mereka diizinkan untuk berhenti di mana saja. Iya, secara legal. Kemacetan yang sangat besar dapat tercipta akibat segrombolan angkot yang menyempitkan jalan dari 3 jalur menjadi 1. Dan memang sistem mereka membolehkan berhenti sembarangan (bahkan sistem tersebut mengharuskannya).

Ini kan sudah salah dari konsepnya. Bus disalahkan karena berhenti sembarangan, dan itu memang salah pada busnya masing-masing. Tapi angkot memang diharuskan untuk berhenti sembarangan. Padahal ini keputusan orang-orang pemerintah. Jadi siapa yang salah di sini?



No Responses Yet to “Angkot – asal kemacetan?”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: