Kata mereka…

04Nov07

“Gue nggak suka sama lo!”
“Salah gue apa?”
“Yang jelas gue nggak suka!”

Dialog seperti ini pasti udah pernah anda dengar. Sesuatu diungkapkan dengan sebuah “alasan” yang sebenarnya nggak punya makna apa-apa. Sama saja seperti “alasan” paling tidak berarti seperti “nggak mood” atau “ntar deh kan besok masih bisa“. Menurut saya, itu contoh suatu alasan yang dipegang oleh orang yang kehilangan pendirian ataupun alasan untuk meneruskan sebuah pertempuran. Kalau memang masih ada masalah untuk ditelusuri, pasti ada alasan. Tapi kalau sudah tidak ada alasan, berarti masalah itu sudah tidak ada lagi.

Tapi coba dipikir – alasan seperti ini sangat biasa dijadikan alasan dalam konflik sehari-hari. Banyak sekali. Lalu, kenapa alasan ini masih bisa dipakai?

  • Menyebabkan amarah. Orang mudah sekali menjadi marah setelah diberi dialog seperti di atas. Dan memang, biasanya hinaan tak berdasar seperti itu digunakan untuk provokasi.
  • Membuat malas.  Saya sendiri punya niat untuk memikirkan masalah ini dan menuliskannya di blog. Tapi kebanyakan orang tidak bisa sperti itu.
  • Karena gampang dipakai. Tak perlu berpikir. Langsung lempar.

Sampai kapan kita marah, sekedar karena kita sedang mau marah?



11 Responses to “Kata mereka…”

  1. All we need is rational reason!!! All Hail Skeptic!😆

  2. Hahahaha. Pantas di Indonesia yang namanya skeptik sedikit (kebanyakan kalau dikasih tahu sesuatu langsung percaya dan ikut-ikut).😛

  3. Ohohooo… Awam kebanyakan ga skeptis, dan itu normal kok. Normal secara mayoritas maksudnya…😆

  4. Gua Ga suka sama tulisan ini!
    kenapa yah? padahal adem2 aja…

    piss…

  5. Kenapa begitu; karena mudah, murah, dan instan. Nda perlu mikir macam-macam, apalagi sampai dianalisis.😛

    Btw, apa itu ada kaitannya dengan kurangnya intrapersonal dan lebihnya interpersonal?

  6. @rozenesia – hehe, “normal” di negara demokratis = yang dianggap mayoritas. Masalahnya ya, kalau awam, mau skeptis, dasarnya apa?😀

    @bakazero – Dasar ga sukanya apa? Hahahaha😛

    @Xaliber – Memangnya ada ya kata-kata yang nggak murah? ^^ Kayaknya sih ada ya. Kembali urusan pemikiran… 99% yang saya lihat, orang akan dengan sangat mudah menuntut orang lain dengan hal-hal yang dirinya sendiri tidak memenuhi. Dasar.

  7. Sebenarnya yang mayoritas lebih dianggap itu di negara liberalis, begitu kata teori. Entah yang terjadi di lapangan…😛

    Ah, mie instan memang pilihan awam ya…

  8. Teori. Hahahahaha😛 Di liberalis, bukannya yang lebih dianggap itu yang berduit banyak ya? (yang, biasanya = mayoritas haha)

    mie Instan = makanan yang dipaksa enak.😀

  9. Ada; kalau ada pemerintahan yang otoriter, kayaknya pada saat itu ‘kata-kata’ akan menjadi mahal.😛

    Menuntut memang paling mudah.😀

  10. Kalau dipikir dikit ya… Kenapa juga kalau menuntut itu jelas-jelas lebih susah daripada menerima saja, tapi orang banyak yang menentang perkataan orang lain sekedar karena “kedengarannya tidak bagus”…

  11. 11 Lexy

    whuahahaha, analogi gw dan **** hebat sekali. Terima kasih Rizqi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: