Pieces of a Jigsaw [Indonesian]

27Nov07

puzzle.jpg

Ketika anda memegang dua potongan puzzle, anda sedang melihat suatu bentuk penggambaran sifat masing-masing potongan itu: bentuk di pinggirannya, tonjolan atau berlubang. Anda tahu kalau yang berlubang akan pas dengan yang bertonjolan.

Seperti ini juga hubungan antar manusia.

Manusia memiliki banyak sifat – di sini, saya mengandaikan sifat ini sebagai bentuk pinggiran puzzle. Sifat kita menentukan pinggiran potongan kita, dan menentukan potongan apa saja yang lain yang dapat cocok dengan kita. Cukup jelas, tidak?

Bila ada dua orang yang mirip, mereka seperti potongan yang sama-sama memiliki tonjolan (atau lubang). Keduanya dengan cepat dapat berdekatan, dan bersentuhan. Mereka akan cepat akrab dan mudah untuk saling mengerti. Namun, hubungan ini sangatlah lemah. Hanya sedikit senggolan, maka ikatan itu dapat putus.

Jujur saja, kadang-kadang saya tertawa ketika ada orang mengatakan “wah, dia mirip sekali dengan saya, pasti cocok”. Belum tentu, kawan. Bayangkan bila anda adalah seorang pemain sepakbola. Kemudian anda berkenalan dengan kelompok 20 orang dari kota lain. 19 di antaranya adalah pemain bola, tapi yang satu adalah seorang kutu buku. Iya, anda pasti dengan cepat berkenalan dan mengajak main ke-19 teman baru anda yang pemain sepakbola. Tapi kalau ada sedikit persaingan, rasa tidak suka, dendam, tersinggung, dan semacamnya, pertemanan yang cepat tumbuh itu dapat dengan cepat rontok juga.

Kebalikannya, bila ada dua orang yang berbeda, mereka seperti sepasang potongan yang memiliki masing-masing satu tonjolan dan satu lubang. Keduanya akan sulit bertemu, sulit melekat – bahkan mungkin perlu benar-benar salah satu antara keduanya untuk mendorong keras sebelum keduanya menyatu. Tapi lihatlah – hubungan yang dihasilkan sangatlah kuat. Keduanya dapat melekat dengan baik dan saling menjaga ikatan mereka. Inilah hubungan yang dapat bertahan lama.

Kembali ke pengandaian mengenai 20 teman baru itu. Saya yakin, setelah anda lama bermain dengan ke-19 pemain bola itu, akan ada saatnya anda berkenalan juga dengan si kutu buku (orang terakhir). Mungkin anda melihatnya duduk-duduk ketika anda sedang main, atau melihatnya kesepian sendiri. Coba diajak kenalan. Berbicara sedikit tentang hobi masing-masing. Saya cukup yakin bahwa hubungan anda dan dia bisa cukup baik. Mungkin awalnya sulit untuk anda berdua saling mengerti – ia tak mengerti mengapa anda senang mengejar-ngejar bola, dan anda tak mengerti kenapa ia begitu suka membaca buku.

Tapi perbedaan yang menjadi perekat hubungan di sini. Dengan perbedaan itu, kedua orang yang terkait akan lebih mengerti dan lebih teringat satu sama lain. Hal ini berlaku dimanapun. Mungkin anda pernah mendengar bahwa suatu hubungan yang terburu-buru tidak akan bertahan lama. Ya, inilah penjelasannya. Dengan hubungan yang cepat, itu adalah di antara dua pribadi yang satu bentuk. Dan ikatan yang terbentuk akan lebih lemah.

Hubungan dengan pengorbanan, dengan niat yang kuat adalah sebuah hubungan yang akan berakhir dengan bahagia.

Caveat: Saya mengerti bahwa sifat manusia tidak bisa dinyatakan sesederhana itu. Hal yang terjadi jauh lebih kompleks dari ini. Tapi ingat hal ini ketika anda memikirkan sang idaman anda, atau teman-teman anda. Ingat baik-baik, bahwa hal yang berbeda akan lebih sulit bertemu, namun akan bertahan lebih lama.

Salah satu prinsip hidup saya.



23 Responses to “Pieces of a Jigsaw [Indonesian]”

  1. Jadi ingat kata-katanya Agon dari Eyeshield 21 yang mendambakan satu tim yang diisi oleh orang-orang yang seperti dirinya.πŸ˜• Sebuah tim yang akan cepat kalah ya?

    Sehubungan dengan ini, karena itu ada enneagram of personality, kan.πŸ˜›

  2. Tim yang orangnya sama semua pasti cepat kalah. Karena walaupun mungkin mereka semua bisa melakukan satu hal dengan sangat sangat efektif, begitu ditantang dengan sesuatu yang lain, satu tim langsung kalah. Mau bagaimana lagi?πŸ˜›

    Perbedaan membuat ikatan sulit dibuat, namun begitu terikat akan lebih kuat.

    Maju Indonesia!πŸ˜€

  3. Ahahaha… analogi yang keren.

    Kalau begitu seharusnya bagaimana dengan puisi saya yang itu? *minta aja sama saya*

    Lalu kalau soal kalimat terakhir, saya jadi ingat dialog di film Janji Joni. Segala sesuatu yang didapat dengan sulit/usaha pasti akan lebih sulit dilupakan.πŸ˜€

  4. Makasi kk. ^^

    Apapun yang sulit didapat pasti lebih sulit dilupakan, tapi belum tentu sulit dilepas. Hehehe.

  5. …ah, tiba-tiba jadi pesimis.😐

    *lesu dan ngeloyor pergi*

  6. Bener juga ^^

    Bhineka Tunggal Ika!

  7. @Xaliber: Pesimis? Pesimis di mana?

    @Cynanthia: Iyap! Harusnya indonesia, kalau berikatan kuat, juga akan jadi sesuatu yang utuh… Sayangnya kita masih harus berjuang untuk ikatan itu sekarang.πŸ˜€

  8. @Si Bos : Kenapa pesimis bos? Karena gebetan bos punya sifat yang sama kayak bos ya?πŸ˜€ hahaha.. BERCANDA! JANGAN PECAT SAYA!

    Komen sebenarnya buat entry ini:
    Oh.. saya suka pengandaian situ.. benar.. orang-orang sekarang lebih beranggapan bahwa persamaan akan menyatukan mereka. Artis-artis yang bercerai pun (bukan berarti saya suka nonton gosip nih, karena nama artis mana saja saya tak tahu) berdalih karena mereka tidak cocok satu sama lain, tidak satu pemikiran..

    Saya pikir sih, jika mencari pasangan, seperti kata Mas Steax ini, carilah yang sifatnya berbeda, karena dengan perbedaan itulah kita saling melengkapi. Jika si A jago masak tapi nggak bisa nyuci, kemudian si B nggak bisa masak tapi jago nyuci.. kalau berdua bersatu maka mereka akan menutupi kelemahan satu sama lain..
    Tapi jika si A dan si B sama-sama jago masak tapi nggak bisa nyuci.. siapa yang bakal nyuci pakaian kotor mereka?πŸ˜€ *pengandaian yang absurd*

  9. @Ash-xaliber: Gebetan? WADAW. Bahaya. Hybrid manusia-komputer udah tinggal sebentar lagi.πŸ˜›

    @ash: Pengandaian yang cukup menarik.:mrgreen: Memang, harus cari orang yang benar-benar berbeda. Lagipula, itu juga tujuan hidup, untuk memperoleh pengalaman hidup yang banyak… Kalau dengan orang yang sama seperti kita, ada juga cepat bosan dan nggak menarik. Sayangnya bagi sebagian orang (seperti artis di atas), yang merasa kalau kesamaan itu sama dengan kecocokan, bagi mereka sulit menemukan pasangan. Makanya pendapat itu sebaiknya diubah…πŸ˜€

    Kalau tentang yang bisa masak sama nyuci… Masalahnya yang mau nyari duit siapa?πŸ˜›

    Ash, kenapa ga bikin blog aja?

  10. STEAX
    Mnurutmu orang berkumpul karena “saling mengisi perbedaan” seperti teorimu diatas atau justru karena “memiliki kesamaan” ?
    Orang sesama suka main bola bersama karena suka bola. Ga mungkin kan yg suka main bola main bersama pemain badminton … lah ga lutjuπŸ˜›

  11. Pada awalnya orang akan berkumpul dengan sejenisnya, dan keakraban akan cepat terbentuk… Tapi perkumpulan seperti itu akan sulit bertahan hidup (bayankan satu rumah isinya 20 orang maniak bola semuaπŸ˜› ). Perbedaan diperlukan untuk variasi dan saling mengisi…:mrgreen:

    Main bola pakai raket bulutangkis kayaknya seru tuh.πŸ˜€

  12. @Ash:

    @Si Bos : Kenapa pesimis bos? Karena gebetan bos punya sifat yang sama kayak bos ya?πŸ˜€ hahaha.. BERCANDA! JANGAN PECAT SAYA!

    Eh? Oh, ngga kok.πŸ˜€

    @steax:

    @Ash-xaliber: Gebetan? WADAW. Bahaya. Hybrid manusia-komputer udah tinggal sebentar lagi.πŸ˜›

    You didn’t see that coming.😎

  13. I didn’t. I really didn’t. Can someone call the terminator me?πŸ˜›

  14. I’d rather call Obi-Wan for that.😎

  15. Obi-Wan is dead. He’s gone.:mrgreen:

    So who’s the girl?

  16. I believe in Force Ghost.😎 He will come.

    *siyal-siyul*πŸ™„

  17. Classified Information.😎

  18. Of course they exist. HahahahaπŸ˜›

    Naaah, nothing’s classified. Either nobody knows about it every who knows has been killed, or it’s just something to arouse public suspicion/celebrity gossip.πŸ˜€

  19. …you have answer it yourself. I have ‘killed’ them, so the information shall remains unrevealed; buried deep under the sea.😎

  20. *ralat: mana ada dikubur di dalam laut…
    Ganti kalimatnya jadi ini:

    Sleeping with the fishes.

    :mrgreen:

  21. That sounds like fun!πŸ˜€

    Hebat ya OOTnya. Hahahahahaha. Seandainya hantu itu benar ada…

  22. Ngga OOT juga ah, kan nyambung-nyambungnya masih kesana juga.:mrgreen:😈

    Kenapa kalau hantu itu benar ada?πŸ˜• Selama bisa membimbing seperti Force Ghost sih kayaknya dampaknya bakal positif… tapi kalau hantu orang jahat bisa menyesatkan juga sih. Kayak setannya si Nihilus.


  1. 1 Catharsis « Deathlock

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: