Bumi Terbakar, atau Kita Tertipu?

06Des07

bumi terbakar

 

Pasti anda sudah sering mendengar pembicaraan tentang “global warming“, apapun hal itu. Jadi alkisah, bumi sedang bertambah panas, dan sebentar lagi es di kutub-kutub akan mencair. Akibatnya, permukaan air akan naik, suhu udara meningkat, dan Jakarta tenggelam.

Oho, ini topik yang sebenarnya sangat singkat, dan kenyataan yang sebenarnya bisa jadi lebih mengerikan daripada yang anda bayangkan. Mungkin ada baiknya saya menjelaskan sedikit saja mengenai asal-usul global warming. Kenapa?

Global Warming Bukan Menipisnya Lapisan Ozon.

Satu kesalahan konsep yang sangat, sangat sering diungkapkan. Kadang-kadang deforestation (penebangan hutan besar-besaran) juga dikaitkan ke urusan global warming. Emisi kendaraan dan pabrik masih sedikit lebih dekat dengan kenyataan.

Hingga saat ini, banyak sekali orang yang beranggapan bahwa global warning disebabkan karena berbagai hal yang bervariasi dari sesat sampai konyol. Saya pernah dengan Global Warming dikaitkan dengan efek rumah kaca, yang ada sedikit benarnya, tapi ada juga orang yang berkata bahwa efek rumah kaca disebabkan banyaknya gedung-gedung berlapis kaca. Jangan tanya saya kenapa, memang begitulah pemikiran sebagian orang (biasanya dielaborasikan dengan “panas akan terpantul dan tersimpan dalam atmosfer…”).

Selain itu, satu fakta lagi yang penting:

Secara Alamiah, Pemanasan Global Memang Terjadi.

Sebelum saya membuat anda merasa bersalah, perlu diingat kalau menghangat dan mendinginnya bumi adalah proses yang sama sekali normal, dan fluktuasi ini memang terjadi setiap 150 ribu tahun sekali, kira-kira. Hanya saja, beberapa hal yang dilakukan manusia menyebabkan “Global Warming”, yang saya definisikan sebagai perubahan suhu bumi secara lebih drastis yang terjadi belakangan.
Jadi, sekarang saya ungkapkan penyebab utama global warming (yang diperkirakan ilmuan sekarang).

  • Bertambahnya gas rumah kaca
  • Perubahan komposisi permukaan (penebangan hutan, misalnya)
  • Bertambahnya banyak aerosol di atmosfer (obat nyamuk semprot, parfum, dsb)

Hmm, tidak terlalu mengejutkan, ya? Memang, penyebab ini telah (pada dasarnya) disebarluaskan ke masyarakat. Cukup bagus.

Sekarang, mungkin anda perlu merasa sedikit bersalah untuk urusan Global Warming. Mengapa? Karena berikut adalah sumber asal usul gas rumah kaca:

  • Bahan bakar kendaraan: 14%. Anda menambah sedikit ke ini, tiap kali menyalakan kendaraan anda, atau membiarkan emisi tidak dibersihkan.
  • Listrik: 21%. Berapa kali anda membiarkan komputer menyala semalaman, atau AC di ruang kosong dibiarkan agar “adem”?
  • Penggunaan tanah: 10%. Ya, rumah anda termasuk dalam hitungan ini.
  • Peralatan rumah tangga/kantor: 10%. Membakar sampah, membuang kertas, merokok di halaman depan…
  • Industri: 16%. Komputer yang sedang anda pakai termasuk dalam hal ini.

Ya, mungkin tidak separah yang dibayangkan. Toh, negara lain juga ikut berkontribusi. Indonesia masing berkembang, kita pasti tidak berarti banyak dalam gambaran besar ini. Oh ya?

smaller.jpg

Semakin mendekati merah, semakin parah. Yang paling merah adalah hampir 10 ton emisi karbon dioksida per kapita. Lihat warna Indonesia di peta itu? Kita melebihi hampir semua negara lain di Asia, kecuali beberapa. Sudah mulai merasakan semangat berjuang?

Lebih Banyak Banjir, Nyamuk, dan Badai

Suhu meningkat memang sudah terjadi – bahkan hingga 2,2 derajat celsius. Ok, mungkin angka itu kurang berarti bila anda membayangkan udara, tapi ingat, suhu tubuh manusia normal (37-38 derajat) jika naik sebanyak itu, menjadi 40 derajat, sudah mencapai titik demam, dan bila naik lagi satu atau dua derajat… Sudah gawat.

Pembakaran hutan bukan hanya kejadian yang dengan sengaja dilakukan. Kebakaran hutan, baik yang alami (karena panas) maupun karena manusia, banyak yang keluar kendali. 10 juta acre terbakar di tahun 2006 – lebih dari dua kali lipat rata-rata per sepuluh tahun terakhir.

Hujan akan lebih berat. Orang bilang hujan di Indonesia sudah bisa dibilang sangat deras dan berbahaya – nah, waspada karena mungkin itu akan meningkat lagi. Dari jangka panjang, curah hujan meningkat 5-10% dalam satu abad ini (itu banyak, lho). Beberapa tempat di dunia, seperti wilayah utara amerika serikat, menderita 3cm lebih banyak hujan di tahun 2006.

Banyak yang akan sakit, bahkan meninggal. Tahun 2003, lebih dari 35.000 jiwa meninggal akibat panas yang melanda wilayah Eropa. Penderita asma akan lebih sulit, karena tumbuhan yang melepas serbuk sari yang mereka hindari akan bertambah banyak. Nyamuk dapat tinggal di tempat yang dua kali lebih tinggi dari sebelumnya, jadi bagi yang tinggal di kota tinggi dan merasa tenang dari nyamuk, mungkin perlu hati-hati. Waspadai juga malaria yang dapat mereka bawa.

Ok, ancaman yang ada sudah jelas dan tidak perlu dipertanyakan lagi – buktinya sudah ada sekarang. Apakah masih ada yang merasa tak bersalah?

Akan ada bagian kedua dari post ini, yang mungkin mengejutkan anda. Saat ini, ayah saya sedang mengikuti sebuah konfrensi mengenai pemanasan global. Saya akan post lagi sesudah saya mendapat informasi baru. =)

Bagian Satu » Selesai.



14 Responses to “Bumi Terbakar, atau Kita Tertipu?”

  1. bener kok kalo ada pemanasan global…
    tapi kok lanjutannya besok…

  2. Barangkali steax lagi cari bahan bakarnya belon ketemu ya ?

  3. ………….gambarnya serem….

  4. Hehe, maaf ya. Saya lanjutkan terus tiap harinya, sambil terus menambah informasi dan fakta.🙂

    Memang sepertinya begitu ya… ^^”

  5. Hoalah, ente kesambet afa, mas?😯

  6. Ada dorongan mendadak untuk melanjutkan perang melawan pemanasan global… Soalnya dekat-dekat musim banjir begini, biasanya orang paling bisa diajak berpikir, hehehehe.:mrgreen:

  7. Waw, malaysia sudah merah sekali tuh…

  8. Iya… Sepertinya salah satu yang paling parah. Agak gawat ya…

  9. Pemanasan global memang sering digampangin sebagai siklus. Tapi masalahnya karena kadar yang sekarang itu kan katanya overdosis dan sekarang kita punya sekitar lebih dari bermilyar nyawa manusia (yg katanya) harus diselamatkan.

  10. 10 mas agus

    wah kalo menggunakan peta yang itu Indonesia jelek sekali. Coba bandingkan dengan peta emisi karbon di blognya Pakdhe Rovick:

    http://rovicky.wordpress.com/2007/12/03/bukan-penyumbang/

    Indonesia masih jauh di bawah malaysia dan Thailand. Apalagi Australi yang sangat boros energi dan penyumbang emisi terbesar di kawasan Asia Pasifik.

    Global warming memang perlu diwaspadai dan perlu ada tindakan dari tiap individu. Tapi hanya menyalahkan Indonesia karena deforestasi sehingga emisi CO2 dari negara seperti Australi dan Amerika tidak terserap itu tidak adil.

    Mereka yang buang emisi CO2, dan Indonesia dengan hutan tropisnya yang bertanggung jawab untuk menyerap emisi mereka. Jika kerusakan hutan makin parah, justru indonesia yang dipersalahkan sedangkan mereka enak-enak sendiri mambuang emisi CO2 ke atmosfir.

  11. @Lemon: Iya, karena dalam siklus sebelumnya nggak ada orang yang peduli dengan tewasnya jutaan hewan. Beda dengan sekarang, di mana taruhannya nyawa manusia.

    Manusia bikin ribut planet ini aja sih.

    @mas agus: Iya, Indonesia masih di bawah Malaysia, Thailand, Australia, dan AS. Betul, justru karena kita memegang hutan dan laut sebanyak ini, kita bertanggungjawab untuk memeliharanya. Masalah sekarang adalah orang Indonesia tidak bisa menghargai laut maupun hutan yang ada… Kalau sekarang emisi CO2 indonesia seperti ini, bagaimana kalu hutan itu semua hilang?😀

  12. 12 aditcenter

    Ijin ambil fotonya pak..
    Kalau anda kkeberatan, silahkan hubungi saya…!!!
    Saya menulis untuk mengungkap kebenaran…!!!
    Saya juga tetap menghargai karya anda…

  13. kk. aku boleh nyalin gx nih berita?? aku minta izin kalau boleh aku baru salin ini berita…terima kasih kalau mengizinkan saya untuk menyalin berita ini..
    ^^


  1. 1 Bumi Terbakar, atau Kita Tertipu? 20Juni08 « 1nformatica’s Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: