11 Kesalahan Terbesar Sebuah Website

15Des07

442652_distraught.jpg

  1. Halaman dipenuhi banner besar di bagian depan. Sesuatu yang gawat tapi sering saya lihat. Ketika seseorang melihat halaman depan website anda, mereka mau tahu apa yang anda sediakan di sana. Banner di tiap halaman usahakan jangan lebih dari 250 pixel.
  2. Penggunaan Javasript seperti orang mabok mau pamer otot. Mentang-mentang anda memiliki kemampuan memasukkan Javascript keren ke halaman website anda, jangan lakukan. Yang paling penting, jangan ada JS yang bersifat dekoratif. Saya pernah lihat website yang memiliki jam bergerak di samping kursor, salju turun, dan halaman bergoncang-goncang setiap 15 detik. Hilangkan semua itu.
  3. Menggunakan frame. Jangan gunakan frame untuk website anda. Titik. Mengapa? Pertama, karena bila ada frame, seseorang tidak bisa membookmark suatu halaman (karena yang terbookmark hanya frame saja, tidak termasuk navigasi dsb). Kedua, search engine seperti google bisa bermasalah. Ketiga, jelek!
  4. Animasi Flash sekedar agar keren. Flash adalah sebuah inovasi bagus, bila digunakan dengan tepat (di YouTube, misalnya). Tapi, jangan gunakan untuk animasi-animasi yang berkelap-kelip, bergoyang-goyang, dan melakukan apa saja, termasuk mengusir pengunjung anda. Saya tidak peduli dengan teks bergoyang-goyang anda itu, kecuali membuat saya merasa bahwa website anda tidak berkualitas. Terutama hindari Flash untuk menu, karena search engine tidak bisa mengikuti link tersebut ke halaman-halaman anda yang lain.
  5. Warna berkontras sampai bisa epilepsi. Jangan gunakan teks kuning di atas merah, atau biru di atas ungu, atau semacamnya. Juga jangan gunakan warna terlalu berdekatan: abu-abu muda di putih, misalnya. Hati-hati juga dengan penggunaan tekstur/pola. Jangan tampilkan teks di atas suatu pola, kecuali telah didesain dengan tepat (misalnya, menggunakan teks besar dengan glow di sekitarnya).
  6. Jangan paksa saya! “Jadikan halaman ini menjadi homepage anda! Klik tombol OK.” “Berikan vote kepada kami, sebelum masuk ke website!” Wah, saya datang ke website anda mencari informasi atau layanan, bukan mencari cara untuk membuat anda terkenal. Ingat, website anda ada untuk pengunjungnya, bukan untuk anda.
  7. Hiasan tidak penting. Ini mungkin sedikit mengejutkan, tapi hal seperti, misalnya, jumlah pengunjung adalah suatu hal tidak penting. Saya tidak perlu tahu berapa pengunjung anda, dan itu juga bukan ukuran tepat untuk popularitas suatu website. Sama halnya dengan musik pengiring, foto besar muka anda di halaman depan, dan semacamnya. Termasuk juga marquee yang suka dianggap “keren”. Awas!
  8. Halaman “coming soon”. Ayolah, saya tahu anda memiliki informasi bagus untuk saya. Bila tidak, saya akan pergi. Jangan tawarkan sebuah link, tapi ketika saya klik link itu yang muncul adalah halaman yang bertuliskan “coming soon”. Buang-buang waktu! Jangan tampilkan sesuatu yang belum selesai, karena itu hanya akan mengecewakan pengunjung anda.
  9. Navigasi tidak jelas. Banyak orang menyukai metafora di websitenya. Namun, itu bukan ide bagus. Jika ada halaman berisi artikel, berikan nama “artikel”, jangan “sumur” atau “gudang ilmu”. Langsung saja to-the-point, karena itu membingungkan bagi pengunjung yang baru pertama kali tiba. Bahkan ada juga website yang navigasinya hanya gambar-gambar atau bahkan kosong, dan hanya akan muncul sesudah kursor diletakkan di atasnya. Ini amat sangat menjengkelkan. Sangat.
  10. Iklan layaknya papan pengumuman. Saya mengerti kalau website memerlukan dana. Tapi hati-hati dengan iklan itu! Website yang sebenarnya bisa bagus, dapat rusak hanya karena adanya iklan. Kasus terparah yang saya tahu adalah di detik.com, di mana sudah tidak jelas mana yang iklan dan mana yang benar-benar berita. Saya tidak akan pernah mencari informasi di detik, sebagus apapun informas itu. Tambah lagi kalau iklan itu menggunakan animasi-animasi aneh.
  11. Anda ini siapa, sih? Berikan identitas anda yang jelas di halaman depan. Bila itu website pribadi, katakan “saya adalah seorang seniman cat minyak yang menerima pesanan umum.” Bila anda sebuah perusahaan, tuliskan, “kami merupakan perusahaan yang memproduksi sepatu anak-anak. Kunjungilah toko online kami di [link]”. Jangan gunakan bahasa marketing. Apapun yang mau anda katakan, jangan bilang “kami merupakan perusahaan unggulan dan multinational dan memiliki daya saing terpercaya dan terdidik”. Saya tidak ingin tahu itu! Yang saya ingin adalah alasan mengapa saya perlu ada di website anda, sebelum saya mengklik tombol X di pojok kanan atas browser saya.


37 Responses to “11 Kesalahan Terbesar Sebuah Website”

  1. Pertamax!
    Sangat setuju poin 1 sampai 5 dan 7 sampai 8! Perlu dibookmark nih.:mrgreen:

    Ngomong-ngomong…

    Halaman β€œcoming soon”.

    CMS Komodo apa kabar?πŸ˜› Bercanda. Kelas XII memang berat… nanti kalau sudah jadi saya coba-coba ya.πŸ˜€

  2. Sudah, pakai wordpress aja. Komodo terlalu terarah untuk webkita dan nusakarta sekarang.πŸ˜€

    Memangnya kenapa nomor 6, 9 – 11? Sebenarnya masih ada lagi, hehe…

  3. 6, dan 9 – 11 menurut saya alasan sekunder.πŸ˜› Yang lainnya kayaknya lebih penting dan sering terlanggar… IMO aja sih, haha.:mrgreen:

    Kalau gitu nasib website saya gimana?😐

  4. Mas Steax, kalau site ini gimana? Saya rada pusing ngeliat layout-nya.
    (Kayaknya hampir semua site circle di Jepang bikin kesalahan ini)

  5. poin #3:
    pilihan sulit😦 . Soalnya site tertentu malah enak dilihat karena pake frame, sih (kayak site-nya Psychedelic Artist[s])

    poin #4:
    kayaknya kesalahan ini banyak terjadi. Site-nya Square-Enix juga pake Flash buat navigasi-nya kan?

  6. @Xaliber: Alasan sekunder tapi sama fatalnya. (Btw, memaksa orang untuk mendaftar sebelum dapat melihat isi website termasuk pelanggaran nomor 6 lho.πŸ˜€ ) Website anda, pakai wordpress aja. Belakangan semua website klien saya juga mulai konversi ke WP.

    @Cynanthia [1]: Iya, layoutnya bermasalah. Melanggar hukum pertama, itu pasti. Hiasan tidak penting juga cukup banyak. Tapi yang paling kritis adalah panjang halaman terlalu luas, dan gambar yang terang-terangan menggunakan versi besar langsung di situ… Saya juga pusing kok.πŸ˜›

    @Cynanthia [2]: Hmm, benarkah? Frame seperti itu mengurangi real estate layar yang bisa diisi dengan informasi. Saya tidak yakin bila perlu dibuat agar logo (identitas) website perlu dibuat dengan frame, sehingga selalu terlihat. Ketika mengunjungi website, ketika pertama datang saya sudah (seharusnhya) tahu itu website apa, jadi identitas tidak selalu perlu. Navigasi lebih mungkin.

    Tapi misalnya, saya ingin link langsung ke halaman “product” mereka. Tidak bisa dengan link, kan. Selain itu, misalkan saya mencari informasi melewati google mengenai “Psychedelic Note 2005 WINTER” mereka. Maka saya akan kirim ke google seperti ini: site:p-artist.x0.com/ “Psychedelic Note 2005 WINTER”. Bisa dilihat, tidak ada link langsung ke halaman Product itu. Adanya ke diary. Dan itupun tidak ada navigasinya. Bagi website, itu sudah bisa dibilang “gagal”…

    Poin #4. iya banyak sekali terjadi. Isi website biasanya jadi kurang berkualitas di mata search engine, dan juga di pengguna mobile/internet lamban/browser tua. Tapi… Square enix? Yang Amerika inikah? Tidak kok, mereka pakai HTML biasa. Atau saya salah website?

  7. Kalau frame-nya pake tag gimana? Sama aja?πŸ˜•

  8. edit: tag ‘iframe’, salah nulis

  9. 9 Magister of Chaos

    Wuzet… Mantaf bener…

    Kalau begini caranya…. saya musti rombak blog saya donk…heheehee…. (kebetulan maw ganti theme…hehehe

  10. @ynantia: iFrame masih sedikit lebih baik, tapi tetap bermasalah. Untuk penggunaan yang tepat, bisa saja digunakan. Tapi dalam hampir semua kasus, lebih baik menggunakan AJAX (intinya, menggunakan javascript untuk memanggil file, bukan lewat HTML), lebih baik – website saya menggunakan AJAX, untuk contoh.

    @Magister o’ chaos: Akan ada beberapa artikel susulan, sepertinya… Sebenarnya artikel ini say mulai dengan 5 poin, tapi sambil diketik muncul terus hal-hal baru, jadi sampai 11. Hehehe. Kalau blog masih cukup terkendali ya, setidaknya. XHTMLnya rapih…

  11. Jadi? Mending setiap halaman dikasih navigasi aja ketimbang pake frame, gitu?πŸ˜•
    *blo’on mode ON*

  12. Betul sekali.πŸ˜€ Bagi banyak orang, itu bermasalah karena jika, misalnya, mau menambah satu item menu, harus mengubah setiap file. Sebenarnya tidak perlu, kalau ada PHP/ASP/JSP/RoR atau bahasa program server-side lainnya.

  13. He? Gimana caranya? *lemot mode ON*

  14. Install apache dan PHP. Cara paling gampang lewat XAMPP (silahkan digoogle hehe). Terus pindahkan file anda ke folder htdocs, di folder XAMPP. Rename file anda jadi berextensi .php, kemudian anda bisa buka lewat mengetik di browser: http://localhost/namafile.php. Kemudian untuk memberi Server Side Include (teknik yang saya maskud), codenya adalah ini:

    <?php
    include('menu.php');
    ?>

    Kemudiakan sediakan file menu.php di folder yang sama, dengan menu anda di dalamnya. Ketika anda buka lewat browser, isi menu.php akan diletakkan di tempat kode itu berada.πŸ˜€

  15. Lapor Mas, berhasil. Makasih atas bantuannyaπŸ˜€.

    Ngomong-ngomong soal poin no. 7, saya setuju aja. Pas coba nggak pakai frame buat navigasi, kode hit counter yang saya pake langsung merusak tampilan navigasi (kalau di Firefox). Busyet, dah😯

  16. Sip.πŸ˜€

    Memangnya kenapa ketika frame dihilangkan? Websitenya di mana? Nanti saya coba cek.

  17. ahh..untungnya, satupun kesalahan diatas tidak ada di blog saya

    -salam kenal-

  18. Tulisan yang bagus neh.
    Mungkin nambahin dikit, kesalahan yang keknya kurang mendapat perhatian adalah masalah aksesibilitas, tiap bikin web mestinya kita juga tak boleh lupa bahwa kemampuan orang membuka/membaca web kita itu berbeda-beda (mungkin karena koneksi yang buruk, atau memang keterbatasan fisik seperti tunanetra misalnya). Jadi setidaknya ada outline (heading) dan markup yang jelas.

  19. Achaow, hampir lupa.
    Kalau halaman-halaman ‘web-clap’ kayak di situs-situs Jepang itu masuk kesalahan, tidak? Soalnya entah mengapa rasanya web-clap tuh kurang penting…πŸ˜•

  20. @rezco: Halo! Iya, dan untungnya kebanyakan blog (karena sistem yang telah di atus CMS), yang di atas bisa dihindari.πŸ™‚

    @Lala: Urusan aksesibilitas di artikel ini telah saya uraikan… Untuk soal aksesibilitas dalam HTML, itu akan dibahas selanjutnya.πŸ˜‰

    @Cynanthia: Segala sesuatu, bila dianggap “tidak penting” oleh penggunanya, maka memang tidak penting. Hehehe. (Sebenarnya semua kata-kata “selamat datang” itu tidak direkomendasikan bagi website. Karena itu adalah irrelevan bagi 99% orang yang datang.)

  21. bagemana kalo web itu memang buat ajang mejeng, seperti punya saya, misalnya?
    isinya memang hendak memamerkan ketampanan saya pada dunia, gyahahahaha!

  22. @Dekisugi: … Point taken. HahahahahaπŸ˜› Ya seperti biasa, itu sesuai kehendak sang pemilik blog… Tapi aturan di atas tetap berlaku.:mrgreen:

  23. @steax nomor 14:
    Oh sial. Saya keburu niat pakai CMS sebelum tahu ada kode sepraktis itu.πŸ˜›
    Ya sudahlah… lain kali buat web pribadi aja.😐

  24. stuju…
    wah, bro, minta ijin tulisannya untuk bahan seminar adek kelas tentang web design.
    diijinin ya… udah keburu tak Save As…. hehehe

    thanks

  25. Izin diberikan… Tapi sebutin credit ya di suatu tempat. Tanpa URL nggak apa-apa, setidaknya nama. Smoga sukses seminarnya:mrgreen:

  26. 26 DoctorOfLove

    GREAT TIPS !!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Sangat berguna bwt Saia sbg Web Designer

    thx a lot…………

    ^_^

  27. Sama-sama… Senang post saya dibaca rekan-rekan designer/developer:mrgreen:

  28. untuk poin yang 11 kayaknya tergantung pembuat website deh. dan juga biasanya orang ga begitu peduli dengan pembuat website kalo dia sudah menemukan informasi yang dicarinya. kecuali memang kalo website tersebut menyediakan semacam FAQ… ^^

  29. oh ya, btw nice post

  30. Poin 11 bermaksud menunjuk pada identitas website, bukan identitas pembuatnya…πŸ™‚ Saya sering memerlukan browsing beberapa lama sebelum menyadari bahwa ternyata website ini memungut bayaran, atau masih tertutup untuk umum, atau memiliki ideologi tertentu… Dan itu bermasalah sekali.😦

    Makasih:mrgreen:

  31. 31 linewisherman

    pengen tau aku… web site mu kyk gmn jadinya… jgn cuma teori saja

  32. 32 linewisherman

    pada dasarnya smua web itu bagus… kalo g bagus ngapain di upload? bnr kan? masalahnya… smua web itu pada dasarnya bagus, tapi belum tentu indah, lha indahnya itu tergantung justifikasi masing2 individu… so g boleh mem-vonis sembarangan. ingat bro.. keindahan bukan logika yg berbicara, tetapi rasa yg berhak bersuara. tentunya rasa yg berlandaskan logika. bingung khan? apalagi aku… hehehehheehhe

  33. 33 steax

    Web site saya masih dalam work in progress, menunggu masa SMA selesai. Semoga sesudah saya lulus (amiiiin) sebentar lagi, bisa mulai bekerja dengan efektif.πŸ™‚

    Ada masalah, sepertinya, di pengertian “website bagus”. Website itu sendiri fungsinya adalah komunikasi. Bahkan website art-pun fungsinya untuk komunikasi, yakni komunikasi seni itu sendiri. Saya (dan saya yakin sebagian besar orang) tidak akan terkesan pada sebuah website yang “indah” (mungkin teringat selama 10 detik kemudian terlupakan), melainkan pada website yang “berguna”. Tidak percaya? Coba lihat 10 website yang paling sering anda kunjungi. Kemungkinan besar banyak di antaranya bahkan tidak memiliki arti apapun secara seni, tapi memiliki arti secara fungsi.

    Bisa juga diulang prosesnya. Yahoo, Google, Facebook, Wikipedia, dsb tidak dikenal dari penampilan yang keren; malah biasanya penampilan mereka biasa-biasa saja, lebih biasa daripada website lain. Tapi tetap mereka paling populer. Post saya ini tidak menyangkut keindahan website; itu perkara lain. Post ini berbicara mengenai website itu sendiri yang efektif.πŸ™‚

    Bahkan omongan saya yang menyangkut penampilan sebenarnya adalah common sense belaka.

    (Sebenarnya, ini merupakan masalah di bidang web development di Indonesia. Orang akan sangat cepat menilai dari penampilan, bukan dari fungsi.)

  34. 34 Sheji

    informasi yang berguna sekali… thanks bro

  35. 35 steax

    Makasih. ^^ Mungkin akan saya terbitkan lagi artikel sejenis di waktu dekat…

  36. mantap..memang kita tidak perlu memasang hal2 yang hanya sekedar hiasan tidak penting..sebenarnya yg lebih penting adalah content/isi nya..orang masuk ke suatu web bukan karena tampilan tapi karena ISI..jadi bagus2lah membuat suatu content..betul ga bos?
    btw..brapa pengunjung/page view yang sehat dalam sehari? tengkyu

  37. sungguh informasi yang bermanfaat , ini saya jadikan masukan buat pembuatan website saya nantinya. terimakasih banyak ya…sangat berguna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: