11 Kesalahan Terbesar Penulis Website

31Des07
916769_feather_pen.jpg
  1. Menggunakan bahasa marketing nan menawan, tapi tanpa makna. “Hei, saya tahu bahwa produk anda bisa menyelesaikan segala permasalahan saya dan dijamin aman sentosa seumur hidup, tapi terus napa??” Bila mengatakan sesuatu, pastikan ada poin yang sedang dibahas. Jangan pernah ada kalimat yang sekedar untuk menarik perhatian. Karena setiap kalimat yang dianggap sampah oleh pembaca semakin mendekatkan dia dengan tombol close di browsernya.
  2. Sadari kalau pembaca anda ingin mengetahui hal yang ia cari, dan pergi. Dia tidak peduli dengan program terbaru anda. Untuk contoh ini saya menunjuk website layanan komunikasi XL. (Ingat baik-baik itu, karena mereka juga melanggar banyak aturan lainnya haha) Ok, katakan saya ingin mencari tahu lokasi XL Center terdekat, agar saya bisa mengisi pulsa XL Bebas xtra saya. Begitu tiba (dan meloncati intro tak berguna itu), saya kelabakan mencari daftar XL Center. Hmm. Oiya, Xtra kan merupakan promo Bebas, jadi saya mengklik ke halaman itu. Yang terlintas di pikiran saya hanya “wadehel”. Setelah sekian lama mencari, ternyata daftar XL Center ada di bawah menu “Jalur Pintas”. Yang saya pikir hanya “apa sih maunya? Mana saya tahu ada di menu itu??”.
  3. Sesuaikan navigasi anda untuk pengunjung. Kebanyakan website yang saya lihat (lagi-lagi saya pakai website XL), menggunakan struktur navigasi yang mungkin logis bagi mereka, tapi tidak untuk saya. Mereka menulis seperti sebuah ensiklopedia, bukan sebuah panduan. Misalkan, di website XL, cukup mudah mencari tarif salah satu program anda. Padahal mungkin yang saya cari mungkin sekedar “saya ingin memiliki kartu XL, lebih baik saya pilih program yang mana”? Seandainya mereka membuat sebuah artikel atau panduan untuk itu, saya dapat memutuskan 10 kali lebih cepat.
  4. Kurang dari 0.1% pengunjung anda mencari informasi direktur anda! Mengapa begitu banyak website yang memiliki foto tim direktur di halaman depan? Biasanya ditambah visi/misi perusahaan, disusul dengan sejarah singkat perusahaan. Apa maunya ini? Saya tidak mau informasi itu! Saya ingin tahu anda siapa, dan apa yang bisa anda lakukan untuk saya. Saya sih tidak peduli dengan seberapa cantik resepsionis kantor anda.
  5. Pengunjung maunya yang gampang. Ini tidak akan saya buat kompleks. Bayangkan sebuah supermarket. Bisa saja sih, dibuat sehingga seluruh supermarket dibuat sepanjang satu lorong, sehingga agar dapat membeli satu benda saja harus melewati semua dagangan lainnya. Bagi yang punya supermarket, mungkin menguntungkan karena pengunjung akan melihat semua promosi dan diskon nan indah anda. Tapi jika anda menjadi pengunjung, kira-kira maukah anda berjalan dua ratus meter untuk sekotak tissue? Ini berlaku pula pada website. Misalkan untuk proses registrasi atau formulir program. Dalam registrasi, tidak perlu memaksa orang untuk memberikan nomor telepon, jenis kelamin atau tanggal lahir. Sekalian saja tanya warna kaos dalam dan ukuran sepatu. Jika mereka memang mau mengisi data tambahan, mereka dapat melakukannya nanti. Jangan paksakan. Banyak sekali calon anggota website anda yang mungkin teralihkan sekedar karena malas mengisi data.
  6. “Saya mau tahu isi anda – jangan tutup-tutupi!” Alkisah saya mendatangi sebuah forum. Sepertinya bagus, reputasinya cukup baik. Saya bisa menjelajah subforum dan daftar topik pembicaraan. Tapi begitu klik di salah satu topik, langsung disuguhi tulisan “mohon mendaftar terlebih dahulu”. Tolong deh. Anda punya informasi, saya mau informasi itu, dan dengan demikian kita semua senang. Kita tidak perlu melakukan hal yang menurut kita tidak perlu. Jika memang anda merasa memiliki sesuatu yang bagus, tampilkan ke dunia dan berbanggalah.
  7. Halaman yang singkat saja, ya. Saya sering melihat halaman yang panjangnya bisa ratusan baris. Siapa sih yang mau membaca tulisan sejauh itu? Ingat, tulisan dalam 300 pixel teratas sebuah halaman adalah tulisan yang paling banyak dibaca pengunjung. Karena itu biasanya lokasi tersebut diisi dengan judul halaman atau sesuatu yang menarik. Dan karena itu pula iklan akan dibayar paling mahal. Saya akan bosan membaca lebih dari 5 paragraf omongan produk anda. Untuk hal itu, poin adalah pilihan yang baik. Seperti halnya artikel ini.
  8. “Ok, ok, anda merupakan desainer luar biasa. Tapi saya mau baca tulisan anda!” Ini kembali ke urusan typography. Sediakan tulisan yang besar, gambar yang jelas dan relevan, dan hal yang terkait lainnya. Pengunjung akan senang bila anda menambah 5-10 link referensi di bawah artikel anda. Tapi mereka tidak akan tertarik pada animasi keren yang anda pasang sekedar karena kelihatannya bagus. Kalau memang mau memberi gambar, berikan gambar yang jelas, berkualitas, dan berguna.
  9. “Jadi mana artikelnya??” Ini mungkin kedengaran obvious. Tapi pengunjung anda tidak selalu tahu di mana sesuatu yang anda maksud berada. Pada blog atau website yang berlayout sederhana, mungkin ini bukan suatu masalah. Tapi ambil saja sebuah halaman sedikit kompleks… Katakanlah, kembali ke website XL tadi. Saya pernah mendengar di sebuah iklan bahwa informasi lebih lanjut dapat ditemukan di website mereka. Bagi saya yang sering menggunakan internet, saya tahu kalau saya bisa menggunakan google search spesifik atau kotak cari di website mereka. Tapi tidak semua orang seperti itu. Saya bisa menebak kalau 4 dari 5 pengunjung tidak tahu kalau kotak biru muda di kanan atas itu bisa digunakan untuk mencari sebuah artikel. Jika anda menyebut sesuatu di tulisan anda, berikan sebuah link langsung atau tampilkan di tempat jelas. Pencarian adalah pilihan terakhir.
  10. Yang ini kedengaran obvious juga, tapi… Edit tulisan anda! Hilangkan salah ketik, paragraf terlalu pendek/panjang, dan kalimat irrelevan. Buatlah setiap kalimat sepadat, sejelas, dan sesederhana mungkin. Pengguna website anda mungkin kurang baik diksi bahasa Indonesianya, atau tidak terbiasa dengan gaya anda. Website adalah untuk semua orang -ciptakan tulisan dengan maksud itu. Di samping itu, tapi salah satu yang terpenting, adalah gunakan diksi yang sesuai! Ini cukup perlu ditekankan, terutama untuk bahasa Indonesia. Misalkan saja penggunaan kata pengganti orang. “Anda” dan “saya” merupakan yang paling baku, dan cocok untuk website professional. “Kamu” dan “aku” lebih tepat untuk kondisi lebih akrab dan muda. Sedangkan “gue” dan “elu” bisa dibilang terlalu santai untuk website.
  11. Terakhir. Jangan ada halaman “coming soon!” Seseorang tiba di website anda untuk informasi, dan mereka hanya mau itu. Mereka tidak akan ingat sebuah halaman kosong yang bertuliskan “mohon datang lagi nanti”. Jika memang anda sedang merenovasi sebuah halaman, tampilkan saja versi terakhir. Tidak perlu diganti dengan pesan “kami sedang mengembangkan halaman ini”. Suguhkan apa yang anda punya. Pastikan semua link di website anda, tanpa kecuali, berfungsi. Bila halaman tujuan belum ada, hapus link itu. Jangan kecewakan orang yang sudah berbaik hati mendatangi website anda.


42 Responses to “11 Kesalahan Terbesar Penulis Website”

  1. VertamaxπŸ˜›

    Poin #6: Kesalahan di forum Gamedev-ID, tuh. Makanya saya udah keburu quit sebelum forum-ing lebih jauh di forum itu πŸ˜›

    Ngomong-ngomong soal navigasi, entah kenapa saya jadi ingat situs Cursed MoonS (fansite-nya Death Note), dimana banyak pengunjungnya depresi mencari ‘halaman rahasia’ yang dibikin sama si webmaster-nya (navigasi-nya disembunyiin pake warna background, dibuat dua navigasi yang sama sebagai jebakan). Saya ikutan depresi sampai saya nggak sengaja tekan Ctrl + A di salah satu halamannya dan menemukan link ke halaman itu. Gila benerπŸ˜•

    Eh, OOT, ya? *dilempar tablet*

  2. Iya, dan bukan cuma di Gamedev-ID. Saya bahkan nggak jadi membuat account di sana, agak malas. Dulu pernah mau membuat, tapi ketika melihat pakai account teman, isinya ternyata nggak gitu bagus juga… Jadi…πŸ˜›

    Ribet betul nyarinya… Kalau ada begitu juga tinggal view source trus cari atuh. Atau matikan CSS. Atau cari pake firebug. Atau lihat text-only. Atau… Hahaha, saya juga mau bikin ah.:mrgreen:

    Kaya betul, lempar orang pake tablet. Hehehe.

  3. 3 Magister of Chaos

    Ahahahahaha…. Poin 8 tuh…. kesalahan sebagian besar blogger…… *Saya juga*

    Ahehehehehe…. sebelumnya….. ketigax……

    Identitas harusnya diletakan di belakang atau di samping… atau dimanapun kecuali di halaman depan (di dalam WC?)

    Oh ya… selamat tahun baru…

  4. Ribet betul nyarinya… Kalau ada begitu juga tinggal view source trus cari atuh.

    Justru udah ketemu (bentuknya tanda ‘. . .’), tapi posisinya itu lho…:mrgreen:

    Kalau memang mau memberi gambar, berikan gambar yang jelas, berkualitas, dan berguna.

    Maksud di sini gambar penjelas dari tulisan tersebut, kan?πŸ˜•

  5. @Magister of Chaos: Memang tuh, blogger biasanya bertanggungjawab untuk banyak masalah pemasangan gambar kurang jelas.πŸ˜› Identitas harus ada di hampir setiap halaman, tapi secukupnya saja (biasanya ini dalam bentuk logo atau banner). Sebaiknya halaman depan juga ada, dalam bentuk singkat… Tapi yang penting berguna. Jangan nyeloteh/naris, hahaha.πŸ˜€

    @Cynanthia: Pakai firebug, sebuah plugin firefox untuk developer web. Bisa cepat ketemu.πŸ˜‰ Iya, gambar yang menjelaskan, atau setidaknya relevan. “Gambar yang jelas” maksudnya adalah gambar yang terlihat maksudnya apa… Bukan sekedar penghias.πŸ™‚

  6. muanteb juga bossπŸ™‚

  7. @dodot: Hehehe, makasih.πŸ™‚

  8. jreng!

    kenapa ndak bahas kesalahan pengguna powerpoint, mbak?πŸ˜†

  9. @Lemon: Pssst, itu udah ada di draft….πŸ˜‰

  10. Nomor 6, di mana-mana saya liat begitu. Parahnya lagi, liat index forum aja dipaksa login.πŸ˜†

  11. @rozenesia: Memang sedang merajalela… Bahkan beberapa forum teman saya aja *cough* ada yang *cough* juga mensyaratkan seperti itu…πŸ˜›

  12. Nomor 6 memang paling menyebalkan! Terutama kalau dipasangnya di indeks forum. Graah!πŸ‘Ώ

    *ga ngerasa*
    Eh, saya pasang itu — cuma untuk topik — biar ngga ada yang ngebajak… banyak pembajak tulisan-tulisan keren saya soalnya.😎

  13. @Xaliber: *cough* Hahahahahaha. Memangnya pernah ada yang terbukti membajak?πŸ˜›

  14. Pernah. Beberapa orang. Copy-paste blas.πŸ˜›

  15. Never underestimate the ability and lengths and Indonesian would do to get to restricted material.πŸ˜›

    Ada kan hukum yang berbunyi, semakin sesuatu di sembunyikan, semakin kuat keinginan mencarinya.

  16. Bahkan beberapa forum teman saya aja *cough* ada yang *cough* juga mensyaratkan seperti ituβ€¦πŸ˜›

    *scroll down*

    *ngakak baca pembelaan diri*
    πŸ˜†

  17. @steax:
    Oh tentu. Seperti kekerenan saya misalnya.
    Biarin, kalau mau ngebajak, setidaknya biar usaha dikit. Biar bisa diban. Hahaha!😈

    @rozenesia:
    …eh? Tak ada yang bisa ditertawai.😈

  18. @rozenesia: Memang, sepertinya dia perlu pengacara.πŸ˜›

    @Xaliber: … Diban tinggal buat baru. Dan yang sudah dibajak menjadi semakin berguna. Iya kan?πŸ˜€

  19. …ah, sial.😈

    Yah, memang betul begitu… tapi lagipula itu kan forum diskusi AniManga, bukan forum IT atau terkait dengan bisnis. Jadi kalau mau diskusi atau mau nonton, daftar dulu.😎
    *ngeles*

  20. 20 cp

    <–

  21. 21 cp

    <

  22. w00t.
    HTML comments?πŸ˜•

    *sebagai kiper profesional, saya blokir hettriksnya😎 *

  23. Ngelesnya cukup baik, nak.πŸ‘Ώ

    Kemungkinan besar si “cp” di atas lagi berusaha injeksi script Javascript. Sayangnya, wordpress di sini otomatis menghilangkan serangan XSS yang dia coba… 8)

  24. Kesalahan terbesar penulis blog kira-kira apa ya?

  25. Hehehe, itu akan ada artikelnya sendiri.πŸ˜€ Tapi poin-poin di atas juga tetap berlaku untuk blog… Beberapa poin lebih dari yang lain sih.

  26. @steax:
    Gahaha.😈 Register-first rulez.😈
    Hoho, nulis tag ‘font’ atau ‘p’ kayaknya juga ngga bisa di WP.πŸ˜•

    @StreetPunk:
    Nyampah kayak saya.πŸ˜›

  27. Eh ada dia.
    Kok ngga pernah nyalain Y!M lagi?

  28. Sayangnya, wordpress di sini otomatis menghilangkan serangan XSS yang dia coba… 8)

    Hohoho… keren.

  29. 29 cp

    <!–

  30. 30 cp

    <!—

  31. Wah, si cp mulai lagi tuh.πŸ‘Ώ
    *cast RTL-nya Ky untuk blokir hetriks*

  32. BEnar, siapa yang pengen tahu wajah bos pembuat website itu…

  33. @Xaliber [1]: WordPress akan me-whitelist tag HTML yang diizinkan, kemudian menghapus sisanya. Melalui regex sepertinya.

    @Xaliber [2]: (Kayaknya comment yang ketahan ya haha) YM bikin lemot dan sedikit menggangu saya kalau sedang kerja… Kalau tidak, invisible. Maap ya ^^

    @Cynanthia: Fungsi pemblokiran XSS itu kayaknya memang dikembangkan panjang lebar… Cukup keren, hehe. Dan sepertinya si cp punya tujuan sedikit lebih kejam daripada hetrik…πŸ˜›

  34. @yarza: Hehehe. Bahkan ada kan website Indonesia yang pamer-pamer biaya pembuatan website de es be…πŸ˜€

  35. Bahkan ada kan website Indonesia yang pamer-pamer biaya pembuatan website de es beβ€¦πŸ˜€

    ….Kecuali minta sumbangan untuk bantu biayain website-nya?πŸ˜• Macam Visualnews yang udah down selama 4 bulan dan website komunitas…

  36. Betewe, sampah-nya si cp nggak dihapus aja, tuh? Atau buat bukti kalau blog ini pernah dicoba untuk dioprek?πŸ˜› *ditimpuk*

  37. *tangkap skrinsyut ‘cp’*

  38. @Cynanthia: Kalau meminta sumbangan, biasanya nilai total tidak dipamerkan.πŸ˜› Dan si cp akan ditinggalkan untuk kejelasan komentar, hahaha.

    @rozenesia::mrgreen:

  39. wah, mantep juga nih…keren!

    daku ada tips juga buat web designer:
    cek spasi antar baris, kalo terlalu mepet jadi susah bacanya.
    tulis yang niche dunks, jadi saya kalo butuh info blabla pasti ke kamu.
    saat ngenet, orang ga baca, tapi scanning, dan mencari keyword yang dia butuhkan.

  40. Tip bagus.:mrgreen: Saya sedang menyiapkan artikel selanjutnya mengenai vertical rhythm… Semoga itu membantu mengenai urusan readability.πŸ˜€

    Dan benar, tulislah sesuatu dengan polos dan to-the-point. Pakai bahasa yang sederhana dan efektif. Jangan berbelit-belit.πŸ™‚

  41. *tercerahkan*
    Ini bisa diterapkan di blog, kan?

  42. Oh, tentu bisa diterapkan di blog… Pakai baik-baik ya.:mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: